Penanganan Tanah Longsor di Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat (adm buleleng)
BALI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (22/5/2026) malam memicu bencana tanah longsor di Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat. Peristiwa tersebut menyebabkan senderan dan tembok rumah milik warga roboh hingga material longsoran menutup akses jalan desa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup serius. Material tanah dan puing bangunan menghantam area rumah warga hingga merusak halaman, kamar mandi, bangunan sekepat, serta mengikis pondasi utama rumah.
Baca juga: Korban Tewas Akibat Hujan Lebat di China Naik Jadi 22 Orang, 20 Lainnya Masih Hilang
Akibat kejadian itu, akses jalan desa sempat tidak dapat dilalui karena tertutup timbunan tanah dan reruntuhan bangunan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi pun sempat kesulitan melintas pada malam kejadian.
Kerugian material akibat longsor diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta. Kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsor di kawasan tersebut.
Memasuki Sabtu pagi, 23 Mei 2026, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat Bhabinkamtibmas dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan dan area rumah warga.
Proses evakuasi material dilakukan menggunakan alat sederhana sambil memastikan kondisi sekitar tetap aman dari potensi longsor susulan. Berkat kerja sama petugas dan warga, sebagian badan jalan kini sudah dapat dilalui kembali, khususnya untuk kendaraan roda dua.
Baca juga: Longsor di PT IMIP Morowali: 1 Korban Meninggal Dunia dan Beberapa Alat Berat Tertimbun
Selain melakukan pembersihan, petugas juga menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga terdampak. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, selimut, terpal, dan matras untuk membantu kebutuhan sementara warga pascabencana.
Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan atau dekat tebing rawan longsor agar segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa intensitas hujan tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan kondisi wilayah guna mengantisipasi kejadian serupa agar dampaknya dapat diminimalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bpbd Buleleng