BPBD Kab Gianyar gerak cepat tangani longsor (13/1) malam (adm gianyar)
BALI - Hujan mengguyur wilayah Gianyar kembali memicu kejadian bencana alam. Kali ini, tanah longsor disertai tumbangnya pohon bambu terjadi di jalur Jasan-Timbul, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Selasa (13/1) malam. Insiden ini sempat membuat arus lalu lintas terhenti total dan menimpa satu unit mobil yang melintas.
Baca juga: Longsor Susulan Kembali Terjadi di Jalur Sungai Penuh–Tapan, Akses Antarprovinsi Sempat Lumpuh
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. Material longsoran berupa tanah basah yang bercampur bambu roboh menutup badan jalan dari sisi tebing, sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Situasi makin rawan karena kejadian berlangsung di malam hari dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Begitu menerima laporan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar langsung tancap gas. Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 21.30 WITA untuk melakukan penanganan darurat. Proses evakuasi dan pembersihan material longsor berlangsung hingga dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.30 WITA.
Penanganan di lapangan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Gianyar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sebatu, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar. Dengan peralatan seadanya dan kondisi medan yang cukup licin, petugas bekerja ekstra demi membuka kembali akses jalan.
Baca juga: Pemulihan Banjir dan Longsor, Pemprov Sumut Geser Anggaran Rp430 Miliar
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menjelaskan bahwa penanganan tahap awal berhasil menyelesaikan sebagian besar pekerjaan. Hingga proses darurat rampung, pembersihan material longsor telah mencapai sekitar 60 persen.
“Jalan sudah bisa dilewati dan kendaraan yang terdampak juga berhasil dievakuasi. Untuk penanganan lanjutan, akan dilanjutkan oleh PUPR Kabupaten Gianyar supaya kondisi jalan benar-benar aman dan normal,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, satu unit mobil jenis Karimun dilaporkan mengalami kerusakan kategori sedang akibat tertimpa material longsoran. Meski begitu, tidak ada korban jiwa. Pengemudi kendaraan diketahui merupakan Kelihan Dusun Tegal Payang, Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang, dan dipastikan dalam kondisi selamat tanpa luka serius.
Ngurah Dibya juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat melintas di jalur-jalur rawan longsor. Risiko bencana dinilai meningkat saat curah hujan tinggi, apalagi jika berkendara pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Baca juga: Terjadi Tanah Longsor di Gunung Kaupas Kec.Padarincang Serang
Ia juga mengimbau warga untuk aktif melapor apabila menemukan potensi bencana di lingkungan sekitar, seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tidak normal. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat melalui call center 112 Gianyar agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Hindari melintas di jalur rawan longsor, terutama malam hari. Kalau ada kondisi darurat, langsung hubungi 112 Gianyar,” pungkasnya.
Dengan respons cepat dari tim gabungan, akses vital warga akhirnya bisa kembali difungsikan. Kejadian ini jadi pengingat bahwa kewaspadaan dan respons cepat adalah kunci utama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di musim cuaca ekstrem seperti sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gianyarkab.go.id