BALI - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen penting bagi para siswa yang baru memulai perjalanan pendidikan. Di Kabupaten Jembrana, hari pertama sekolah tahun ajaran baru terasa semakin berkesan setelah Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung menyapa para peserta didik di SDN 3 Dauhwaru dan SMPN 1 Negara, Senin (13/7).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung sesuai semangat pendidikan yang ramah anak. Bagi Kembang Hartawan, hari-hari awal di sekolah bukan sekadar agenda perkenalan, melainkan langkah awal membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi setiap siswa baru.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak para guru agar memberikan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan. Menurutnya, pengenalan sekolah sebaiknya tidak hanya berfokus pada ruang kelas atau fasilitas pendidikan, tetapi juga memperkenalkan lingkungan sekitar sekolah sehingga siswa merasa lebih akrab dengan tempat mereka akan belajar setiap hari.
Baca juga: Sambut Tahun Ajaran Baru, Bukan Cuma Anak yang Bersiap tapi Rumah Juga
Selain mengenalkan lingkungan fisik, para guru juga didorong untuk membangun kedekatan dengan peserta didik. Hubungan yang hangat antara guru dan siswa dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih positif sekaligus membantu proses adaptasi berlangsung lebih cepat.
Tak hanya berdialog dengan tenaga pendidik, Bupati Kembang juga menyempatkan diri memberikan motivasi kepada para siswa baru. Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang. Karena itu, ia mengajak mereka agar berani memiliki cita-cita besar sejak dini dan tidak ragu mengejar impian setinggi mungkin.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat lahirnya generasi masa depan yang akan membawa perubahan bagi daerah maupun bangsa. Oleh sebab itu, rasa percaya diri dan semangat belajar perlu ditanamkan sejak hari pertama memasuki lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, Bupati Kembang menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS saat ini harus meninggalkan pola lama yang identik dengan tekanan ataupun tindakan yang merendahkan siswa baru. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana sekolah yang bersahabat, bebas dari kekerasan verbal, fisik, maupun praktik perploncoan yang pernah terjadi di sejumlah daerah.
Baca juga: Edukasi dan Komitmen Bersama Jadi Kunci Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah
Pesan serupa juga ditujukan kepada para pengurus OSIS yang terlibat dalam kegiatan MPLS. Mereka diharapkan menjadi teladan sekaligus pelindung bagi adik kelas, bukan justru menjadi pihak yang menciptakan rasa takut. Budaya saling menghargai dan mencegah perundungan menjadi nilai utama yang harus dijaga selama kegiatan berlangsung.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kesan pertama yang positif di sekolah diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap semangat belajar dan perkembangan karakter peserta didik.
Baca juga: 6 Model Rambut Anak Perempuan untuk Sekolah yang Simpel dan Rapi
Melalui pelaksanaan MPLS yang lebih humanis, Jembrana ingin menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang menghadirkan rasa nyaman layaknya rumah kedua. Dengan dukungan guru, kakak kelas, dan lingkungan sekolah yang ramah, para siswa baru diharapkan dapat memulai perjalanan pendidikan dengan penuh optimisme serta keberanian untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Jembrana