Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 JULI 2026 • 15:15 WIB

Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, Perkuat Harmoni Spiritual dan Kebersamaan Umat

Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, Perkuat Harmoni Spiritual dan Kebersamaan UmatWalikota Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman (prokopim.dps)

BALI - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pura Dalem Kedatuan Kesiman, Denpasar, saat berlangsungnya puncak Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wrespati Kalpa, Selasa (7/7). Momen sakral tersebut turut dihadiri Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi dan kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Dalam kesempatan itu, Jaya Negara ikut melaksanakan prosesi Ngelingga Tangan, yakni penandatanganan prasasti sebagai penanda rampungnya pemugaran sejumlah palinggih di Pura Dalem Kedatuan Kesiman. Ia juga mengikuti rangkaian persembahyangan bersama, ngelinggihin Ida Bhatara Sesuhunan di Bale Tajuk, serta menyerahkan punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya suci tersebut.

Turut hadir mendampingi, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, bersama tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat pengempon pura.

Baca juga: Tradisi Ular-Ularan Warnai Halal Bihalal ASN Boyolali Usai Lebaran

Di sela-sela kegiatan, Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan yadnya seperti ini memiliki makna yang sangat penting dalam memperkuat sradha dan bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menurutnya, keberlangsungan upacara keagamaan yang digerakkan oleh desa adat maupun komunitas pesemetonan mencerminkan kuatnya semangat gotong royong serta kepedulian masyarakat dalam menjaga nilai-nilai spiritual.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan pembangunan di bidang keagamaan. Yang tidak kalah penting, kata Jaya Negara, adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk secara mandiri mendukung penyelenggaraan yadnya dengan mengedepankan prinsip Tri Guna Karya dan Satwika Karya, sehingga pelaksanaan upacara berlangsung sederhana, tulus, namun tetap sarat makna.

Lebih lanjut, Jaya Negara berharap usai digelarnya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wrespati Kalpa, rasa persaudaraan di antara warga dan para pengempon pura semakin erat. Ia meyakini bahwa yadnya bukan hanya menjadi sarana penyucian tempat suci, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, membangun energi positif, serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di lingkungan desa adat.

Baca juga: Tradisi Meugang Pasca Bencana di Aceh, Mahasiswa Sekolah Kepolisian Kirim 70 Sapi

Sementara itu, Manggala Karya, Wayan Wiranatha, menjelaskan bahwa pelaksanaan karya dilatarbelakangi oleh selesainya proses renovasi beberapa bangunan suci di kawasan pura. Rangkaian upacara telah dimulai sejak 5 Juni 2026 dan mencapai puncaknya pada 7 Juli 2026, dipuput oleh Ida Peranda Gde Putra Bajing dari Griya Tegal Jingga.

Wayan Wiranatha menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Denpasar yang turut menyaksikan prosesi suci sekaligus meresmikan karya melalui penandatanganan prasasti dan penyerahan punia. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat memberikan berkah, membawa kedamaian, serta mempererat kebersamaan seluruh krama dan masyarakat Kesiman dalam menjaga warisan budaya dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, Perkuat Harmoni Spiritual dan Kebersamaan Umat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!