BALI - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana yang melibatkan berbagai instansi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana dapat berlangsung secara cepat, terkoordinasi, dan efektif mengingat wilayah Buleleng memiliki potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penguatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng di Ruang Rapat BPBD pada Jumat (3/7). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut atas Keputusan Bupati Buleleng Nomor 100.3.3.2/252/HK/2026 tentang pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana.
Baca juga: 7 Akibat Utama Erosi Tanah: Hilangnya Kesuburan hingga Risiko Bencana
Tim Reaksi Cepat terdiri atas berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi perangkat daerah (OPD), hingga sejumlah instansi terkait lainnya. Keterlibatan berbagai lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pengambilan tindakan ketika kondisi darurat terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa pembentukan TRC tidak hanya bertujuan melengkapi struktur organisasi, tetapi juga menyamakan pemahaman seluruh anggota mengenai tugas, fungsi, dan mekanisme kerja saat menghadapi bencana.
Menurutnya, koordinasi yang baik antarlembaga menjadi kunci utama agar setiap personel dapat bergerak sesuai perannya masing-masing tanpa menunggu instruksi yang berlarut. Dengan kesiapan tersebut, proses penanganan di lapangan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Baca juga: Dinsos Tanjab Barat Siapkan 159 Paket Stok Bencana, Logistik Dipastikan Standby
Suyasa juga menegaskan bahwa paradigma penanggulangan bencana kini telah bergeser. Fokus pemerintah tidak lagi semata-mata pada penanganan pascabencana, melainkan mengedepankan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.
Karena itu, BPBD Buleleng akan terus memperluas edukasi kebencanaan melalui kerja sama lintas perangkat daerah yang nantinya diteruskan kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pemahaman mengenai langkah-langkah sebelum, saat, dan setelah bencana diharapkan dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, setiap organisasi perangkat daerah juga diharapkan memiliki personel yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat. Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, keberadaan tim yang memiliki dasar hukum di masing-masing OPD diyakini akan mempercepat mobilisasi personel, memperjelas alur koordinasi, serta memperkuat respons pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana secara terpadu dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng