BALI - Pemerintah Kota Denpasar secara resmi melepas keberangkatan kontingen Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Denpasar yang akan mewakili Provinsi Bali dalam ajang Pekan Nasional (Penas) XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Kantor Wali Kota Denpasar.
Sebanyak delapan peserta dari Kota Denpasar dipercaya menjadi bagian dari kontingen Bali dalam kegiatan nasional yang mempertemukan para pelaku sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pelaku usaha pengolahan hasil pertanian dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan mengikuti sejumlah cabang kegiatan yang menjadi agenda utama dalam Penas XVII.
Dalam sambutannya, Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kesiapan para anggota KTNA yang akan membawa nama Bali di tingkat nasional. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan di bidang pertanian dan perikanan.
Baca juga: Petani Muda Klaten dan Puskestan Gelar Tradisi Wiwitan di Desa Sribit
Ia menegaskan bahwa meraih prestasi tentu menjadi harapan setiap kontingen yang bertanding. Namun lebih dari itu, ajang Penas juga harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah.
“Selain mengejar hasil terbaik, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk bertukar informasi, menambah pengetahuan, serta mencari inovasi yang dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Jaya Negara juga berpesan agar seluruh peserta menjaga semangat sportivitas selama mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan persiapan yang matang dan kerja keras yang telah dilakukan, ia optimistis kontingen Bali, khususnya wakil dari Denpasar, mampu memberikan penampilan terbaik.
Sementara itu, Ketua KTNA Kota Denpasar, I Wayan Merta Jiwa, menjelaskan bahwa delapan peserta asal Denpasar akan mengikuti beberapa kategori lomba, di antaranya peragaan hasil olahan kakul, asah terampil, dan unjuk tangkas.
Baca juga: Jenis Hama Tanaman Padi yang Paling Merugikan Petani, Apa Saja?
Menurutnya, keikutsertaan dalam Penas tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan usaha agribisnis. Para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru terkait teknologi pertanian, pengembangan usaha budidaya tanaman, peternakan, hingga pengolahan hasil produksi.
Selain itu, ajang nasional tersebut juga dinilai penting untuk memperluas jaringan kerja sama antaranggota KTNA dari seluruh Indonesia. Melalui interaksi dan pertukaran informasi, berbagai potensi pengembangan komoditas pertanian, peternakan, maupun perikanan dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Dengan semangat membawa nama Bali dan Kota Denpasar, kontingen KTNA diharapkan mampu tampil maksimal sekaligus membawa pulang pengalaman berharga yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar