Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 16:45 WIB

Aksi Hijau di Denpasar, 3.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Ekosistem Pesisir

Aksi Hijau di Denpasar, 3.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Ekosistem PesisirUpaya Memuliakan Bumi, Walikota Jaya Negara Ikuti Aksi Tanam 3000 Pohon Mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan (humasdps)

BALI - Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir Bali kembali diperkuat melalui aksi penanaman ribuan pohon mangrove di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Rabu (10/6). Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, ke Pulau Bali.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.000 bibit mangrove ditanam secara bersama-sama oleh Menteri Lingkungan Hidup, I Wayan Koster, serta I Gusti Ngurah Jaya Negara. Aksi ini juga melibatkan unsur TNI, Polri, perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, pelajar tingkat SMP dan SMK, hingga komunitas pemerhati lingkungan.

Sebelum penanaman dilakukan, seluruh peserta mengikuti apel bersama sebagai simbol komitmen kolektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa pelestarian alam tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.

Baca juga: Viral Kisah Inspiratif Anak SMP Surabaya Budidaya 18 Ribu Mangrove, hingga Diapresiasi Pelajar Lain Asal Korea!

Wali Kota Denpasar, Jaya Negara, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan pesisir. Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi benteng alami yang melindungi wilayah pantai dari berbagai ancaman lingkungan.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, upaya pelestarian lingkungan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat memberikan apresiasi atas konsistensi pemerintah daerah di Bali dalam menjalankan program penghijauan, khususnya di kawasan mangrove. Menurutnya, langkah-langkah seperti ini menunjukkan keseriusan daerah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Baca juga: Riset: 80 Persen Wanita Pesisir Alami Penurunan Pendapatan akibat Perubahan Iklim

Ia menambahkan, perhatian terhadap kelestarian alam kini menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian masyarakat global. Daerah yang mampu menjaga lingkungan secara berkelanjutan dinilai memiliki daya tarik lebih, termasuk dalam sektor pariwisata. Karena itu, keberadaan ekosistem mangrove yang sehat diyakini dapat mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kawasan Mangrove Arboretum Park yang memiliki luas sekitar 18 hektare sempat mengalami kerusakan akibat pencemaran sehingga pertumbuhan mangrove terganggu. Untuk memulihkan kondisi tersebut, pemerintah melakukan penanaman secara bertahap sejak tahun 2020.

Baca juga: Atome Aktif Mitigasi Perubahan Iklim dengan Penanaman Bakau di Pulau Genteng Kecil

Hingga kini, rehabilitasi telah menjangkau sekitar 16 hektare area mangrove. Sisanya akan terus ditanami secara bertahap guna mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut. Koster menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Bali dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Aksi Hijau di Denpasar, 3.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Ekosistem Pesisir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!