Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 JUNI 2026 • 12:45 WIB

Buleleng Raih Kalpataru Lewat Restorasi Terumbu Karang, Wisata Bahari Pemuteran Makin Mendunia

Buleleng Raih Kalpataru Lewat Restorasi Terumbu Karang, Wisata Bahari Pemuteran Makin MenduniaBuleleng Raih Penghargaan Kalpataru, Inovasi Biorock Pemuteran Jadi Sorotan Nasional (adm buleleng)

BALI - Kabupaten Buleleng kembali mencuri perhatian di tingkat nasional berkat keberhasilannya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Lewat inovasi restorasi terumbu karang berbasis teknologi Biorock yang diterapkan di Desa Pemuteran, Buleleng berhasil meraih penghargaan Kalpataru, sebuah apresiasi bergengsi di bidang lingkungan hidup. Penghargaan tersebut diraih setelah bersaing dengan lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam ajang yang digelar di Jakarta pada 11 Juni lalu.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian alam yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak besar, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kehidupan masyarakat sekitar. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kolaborasi erat antara warga, komunitas lingkungan, dan pemerintah daerah yang selama bertahun-tahun menjaga ekosistem laut Pemuteran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk semakin aktif melakukan langkah-langkah pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan laut.

Baca juga: Ubah Limbah Jeans Jadi Fashion Unik, VersaLayer Ajak Anak Muda Lebih Peduli Lingkungan

Salah satu sosok penting di balik keberhasilan ini adalah Komang Astika, penggagas penerapan teknologi Biorock di perairan Pemuteran. Teknologi tersebut memanfaatkan aliran listrik bertegangan rendah yang dialirkan ke struktur logam di bawah laut. Proses ini memicu terbentuknya lapisan mineral alami yang menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan terumbu karang.

Dengan metode tersebut, bibit karang dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik dibandingkan pertumbuhan alami. Struktur yang dirancang menyerupai kubah atau bentuk artistik lainnya juga menciptakan ruang hidup baru bagi berbagai jenis ikan dan biota laut.

Keberhasilan restorasi ini berawal dari kondisi laut Pemuteran yang sempat mengalami kerusakan serius beberapa dekade lalu. Dampak perubahan iklim, praktik penangkapan ikan yang merusak seperti pengeboman, serta penggunaan bahan kimia menyebabkan banyak terumbu karang mati dan ekosistem laut terganggu.

Baca juga: Road to Presisi Merdeka Run 2026: Polda Jambi Gelar Aksi Tanam Pohon Peduli Lingkungan

Melalui kerja keras masyarakat setempat dan penerapan teknologi ramah lingkungan, kawasan bawah laut seluas sekitar dua hektare kini berhasil dipulihkan. Perairan Pemuteran yang dahulu mengalami degradasi kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lebih dari sekadar proyek konservasi, keberhasilan Biorock di Pemuteran menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Keindahan bawah laut yang kembali hidup telah mendukung sektor pariwisata dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi warga setempat.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Buleleng sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan pesona alam, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan kepedulian masyarakat mampu menciptakan perubahan positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Buleleng Raih Kalpataru Lewat Restorasi Terumbu Karang, Wisata Bahari Pemuteran Makin Mendunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!