Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 JUNI 2026 • 11:15 WIB

Kelompok Pelestari Penyu Bali Sabet Kalpataru Lestari 2026, Harumkan Nama Jembrana

Kelompok Pelestari Penyu Bali Sabet Kalpataru Lestari 2026, Harumkan Nama JembranaKonsisten Lestarikan Penyu Selama 29 Tahun, Kelompok Kurma Asih Jembrana Raih Penghargaan Tertinggi Kalpataru Lestari 2026 (prokopim jembrana)

BALI - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan, kabar membanggakan datang dari Bali Barat. Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih yang berbasis di Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, berhasil meraih penghargaan Kalpataru Lestari 2026, salah satu bentuk apresiasi tertinggi pemerintah Indonesia bagi individu maupun kelompok yang berkontribusi besar terhadap pelestarian lingkungan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan pameran teknologi lingkungan internasional INVIROTECH 2026 di Jakarta. Kurma Asih menjadi salah satu dari lima penerima penghargaan kategori Penyelamat Lingkungan tingkat nasional tahun ini.

Baca juga: Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Nggak Menarik di Lingkungan Sosial!

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena diterima tepat saat Kurma Asih merayakan usia pengabdiannya yang ke-29 tahun. Sejak berdiri pada 11 Juni 1997, kelompok ini konsisten menjaga kelestarian penyu di pesisir Jembrana, khususnya penyu lekang yang statusnya dilindungi oleh negara.

Ketua Kelompok Kurma Asih, I Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan penghargaan Kalpataru Lestari menjadi bukti bahwa upaya konservasi yang dilakukan selama puluhan tahun mendapat pengakuan luas. Menurutnya, penghargaan ini merupakan kelanjutan dari pencapaian sebelumnya ketika Kurma Asih meraih Kalpataru pada 2017.

Lebih dari sekadar penghargaan, perjalanan Kurma Asih juga menjadi contoh sukses perubahan pola pikir masyarakat pesisir. Jika dahulu perburuan telur penyu dan perdagangan ilegal masih kerap terjadi, kini banyak warga yang justru aktif menjadi penjaga habitat dan pelindung satwa laut tersebut.

Baca juga: 10 Tips Gaya Hidup Simpel untuk Menjaga Bumi dari Kerusakan Lingkungan

Peran masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program konservasi yang dijalankan Kurma Asih. Melalui edukasi berkelanjutan dan pelibatan warga, kelompok ini mampu membangun kesadaran bahwa keberadaan penyu memiliki nilai penting bagi keseimbangan ekosistem laut.

Di tengah ancaman pencemaran laut akibat sampah plastik dan dampak perubahan iklim yang semakin nyata, kiprah Kurma Asih menghadirkan optimisme bagi masa depan lingkungan Indonesia. Kisah mereka membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan besar.

Baca juga: Rufiyaa, Mata Uang Tercantik di Dunia dari Maladewa dengan Gambar Hiu Paus dan Penyu Ikonik

Melalui penghargaan ini, Kurma Asih juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menjaga alam, menurut mereka, bukan hanya tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama demi memastikan generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Jembrana

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kelompok Pelestari Penyu Bali Sabet Kalpataru Lestari 2026, Harumkan Nama Jembrana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!