Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 12:40 WIB

Bulan Bung Karno 2026 di Buleleng: Saat Nasionalisme Bertemu Panggung Budaya

Bulan Bung Karno 2026 di Buleleng: Saat Nasionalisme Bertemu Panggung BudayaPeringati Bulan Bung Karno VIII, Wabup Supriatna Serukan Kebangkitan Jiwa Perjuangan Proklamator (adm buleleng)

BALI - Nuansa nasionalisme terasa hangat di Ruang Terbuka Hijau Bung Karno, Kabupaten Buleleng, saat rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (1/6). Tak sekadar seremoni, peringatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan untuk kembali menyalakan semangat perjuangan Bung Karno di tengah kehidupan modern yang serba digital.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat nasionalisme, persatuan, dan nilai Pancasila tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

“Bulan Bung Karno bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi bagaimana kita meneruskan semangat perjuangan beliau dalam menghadapi tantangan masa kini,” ujarnya di hadapan masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan unsur Forkopimda yang hadir.

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Hari Lahir Pancasila 2026 yang Bikin Jiwa Nasionalisme Kamu Membara

Bulan Juni memang menjadi momen spesial bagi sosok Proklamator RI tersebut. Selain diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga menjadi bulan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni dan wafatnya beliau pada 21 Juni. Karena itu, Bulan Bung Karno dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air.

Mengusung tema “Kawya Atma Kerthi” atau “Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”, kegiatan tahun ini menekankan pentingnya membangun karakter bangsa, terutama bagi generasi muda. Wabup Supriatna juga mengajak masyarakat mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, mandiri secara ekonomi, dan tetap berkepribadian dalam budaya.

Tak hanya sarat pesan kebangsaan, pembukaan Bulan Bung Karno VIII juga dikemas meriah lewat pagelaran seni budaya yang memukau. Penampilan Tari Pancasila, tabuh kreasi, tari penyambutan, hingga Joged Bumbung kolaborasi bondres sukses menghidupkan suasana malam. Musik dari grup lokal Buleleng pun menambah semarak acara yang dipadati masyarakat.

Baca juga: Sisi Lain Dari R.A. Kartini Sebagai Pejuang Batik dan Pengrajin Lokal ke Pasar Dunia

Ketua Panitia, Nyoman Widiartha, mengatakan rangkaian kegiatan selama Juni 2026 tidak hanya berfokus pada seremoni budaya, tetapi juga aksi sosial dan edukatif. Mulai dari donor darah, gerakan bersih lingkungan, bantuan sosial, hingga sosialisasi wawasan kebangsaan akan digelar hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, seni dan budaya menjadi cara paling dekat untuk menjaga semangat Bung Karno tetap hidup di hati masyarakat. “Nilai perjuangan tidak hanya diwariskan lewat pidato atau tulisan, tetapi juga melalui budaya yang kita rawat bersama,” katanya.

Melalui Bulan Bung Karno VIII, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap masyarakat semakin bangga terhadap budaya lokal sekaligus mampu menghadapi tantangan era digital dengan bijak, tanpa kehilangan identitas bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bulan Bung Karno 2026 di Buleleng: Saat Nasionalisme Bertemu Panggung Budaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!