Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 JUNI 2026 • 13:45 WIB

Rumah Singgah Kula Abhi Praya Denpasar, Ruang Aman Baru untuk Perempuan dan Anak

Rumah Singgah Kula Abhi Praya Denpasar, Ruang Aman Baru untuk Perempuan dan AnakJadi Ruang Konsultasi Permasalahan Perempuan dan Anak Wawali Arya Wibawa Resmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya (humasdps)

BALI - Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan inovasi sosial yang menyentuh sisi kemanusiaan. Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, meresmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto IVF, Kamis (4/6). Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi ruang aman sekaligus tempat pemulihan bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan serta pendampingan.

Suasana peresmian berlangsung hangat dan penuh kepedulian sosial. Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, hingga Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar AA Putu Gde Wibawa.

Sebelum acara dimulai, Arya Wibawa bersama para tamu meninjau berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang konsultasi, ruang edukasi, hingga taman bermain anak yang dirancang nyaman dan ramah keluarga. Rumah Singgah Kula Abhi Praya tidak hanya menjadi tempat perlindungan sementara, tetapi juga ruang pemulihan mental dan emosional bagi korban kekerasan maupun keluarga yang mengalami tekanan sosial.

Baca juga: Rumah Singgah, Cahaya Harapan di Balik Perjuangan Pasien Anak

Arya Wibawa mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yakni filosofi yang memandang seluruh manusia sebagai satu keluarga besar. Menurutnya, keberadaan rumah singgah ini diharapkan mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan lebih humanis bagi perempuan maupun anak yang sedang menghadapi persoalan hidup.

“Tempat ini bukan hanya untuk berlindung, tetapi juga untuk mendapatkan layanan pendampingan psikologis, sosial, hukum, hingga penguatan mental dan spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar, Gusti Ayu Laksmi Saraswati, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut dilengkapi tenaga profesional seperti dokter, psikolog, ahli gizi, hingga pendamping sosial. Bahkan, anak-anak yang mengalami gejala kurang gizi atau stunting juga dapat memperoleh layanan konsultasi secara intensif bersama orang tua mereka.

Data yang dipaparkan DP3AP2KB menunjukkan masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Denpasar. Pada 2025 tercatat puluhan kasus KDRT fisik, kekerasan psikis, hingga kekerasan terhadap anak. Memasuki triwulan pertama 2026, jumlah laporan juga terus bertambah, termasuk kasus kekerasan seksual dan persoalan pengasuhan anak.

Baca juga: Rumah Singgah Denpasar Resmi Beroperasi, Hadirkan Layanan Mental Health hingga Konsultasi Stunting Gratis

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama didirikannya Rumah Singgah Kula Abhi Praya. Selain menangani korban kekerasan, fasilitas ini juga diproyeksikan sebagai tempat rujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan depresi maupun tekanan mental. Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya angka bunuh diri di Bali dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan konsep yang lebih terbuka, nyaman, dan edukatif, Rumah Singgah Kula Abhi Praya diharapkan menjadi simbol kepedulian baru Kota Denpasar terhadap kesehatan mental, perlindungan perempuan, serta masa depan anak-anak yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rumah Singgah Kula Abhi Praya Denpasar, Ruang Aman Baru untuk Perempuan dan Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!