BALI - Suasana Pantai Mertasari, Sanur, dipastikan kembali semarak dengan digelarnya Rare Angon Festival 2026 pada 23–26 Juli 2026. Festival layang-layang yang telah menjadi agenda budaya tahunan Bali ini kembali menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Selama empat hari, langit Sanur akan dipenuhi beragam layang-layang berukuran besar dengan bentuk yang unik, sekaligus menjadi tontonan yang selalu dinantikan wisatawan.
Rare Angon Festival bukan sekadar ajang menerbangkan layang-layang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menjaga tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat Bali sejak lama. Nama "Rare Angon" sendiri merujuk pada kebiasaan anak-anak menggembala sambil bermain layang-layang ketika musim angin tiba. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah festival budaya yang kini dikenal hingga tingkat internasional.
Baca juga: Intip Kemeriahan Festival Layang-Layang JIKF 2023 di Bantul, Libatkan Peserta Mancanegara
Sejumlah layang-layang khas Bali seperti Bebean, Janggan, dan Pecukan dipastikan kembali menjadi daya tarik utama. Tidak hanya itu, peserta dari luar negeri juga akan menampilkan berbagai kreasi layang-layang dengan desain modern dan ukuran spektakuler. Perpaduan unsur tradisional dan inovasi inilah yang membuat Rare Angon Festival memiliki ciri khas tersendiri dibanding festival layang-layang di berbagai negara.
Selama festival berlangsung, pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi layang-layang. Berbagai pertunjukan seni budaya, pameran produk UMKM, hingga kuliner khas Bali turut meramaikan kawasan Pantai Mertasari. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan yang datang berlibur ke Bali.
Baca juga: Kaghati Kolope, Layang-layang Tradisional Tertua Kebanggaan Indonesia yang Berumur 4 Ribu Tahun
Bagi masyarakat Sanur, festival ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah. Meningkatnya jumlah wisatawan biasanya diikuti dengan naiknya tingkat hunian hotel, kunjungan ke restoran, hingga penjualan produk usaha kecil dan kerajinan lokal. Tak heran jika Rare Angon Festival menjadi salah satu agenda yang dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Rare Angon Festival 2026, Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi tanpa meninggalkan perkembangan zaman. Festival ini menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat terus hidup, dikemas secara menarik, dan menjadi daya tarik wisata yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diolah Dari Berbagai Macam Sumber