Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 26 MEI 2026 • 12:25 WIB

Sawan Festival 2026 Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kebangkitan UMKM Lokal

Sawan Festival 2026 Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kebangkitan UMKM LokalSawan Festival, Ruang Pelestarian Seni Budaya dan Gerakkan UMKM Lokal (adm buleleng)

BALI - Festival kecamatan tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai ruang kreatif untuk menampilkan kekayaan budaya, tradisi, hingga mendorong pertumbuhan pelaku UMKM lokal. Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan Sawan Festival 2026 yang resmi dibuka di Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Jumat (22/5).

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat membuka festival menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian seni dan budaya Bali Utara. Menurutnya, Festival Kecamatan 2026 merupakan gagasan Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, yang ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk terus menjaga identitas budaya daerah.

Baca juga: Potret Cahaya Manthovani, Sosok Muda di Balik Gerakan Inklusif dan Industri Kreatif

Ia menilai Kecamatan Sawan memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Buleleng. Berbagai warisan budaya tumbuh dan berkembang di wilayah tersebut, mulai dari seni tari, tabuh, hingga kerajinan gamelan tradisional khas Buleleng yang masih bertahan hingga sekarang.

“Sawan Festival menjadi festival kecamatan keenam yang digelar sejak April hingga Mei 2026. Ini menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Supriatna juga menyoroti Desa Jagaraga yang dikenal sebagai salah satu daerah lahirnya karya seni tari legendaris Buleleng, termasuk Tari Teruna Jaya. Selain itu, Desa Sawan juga masih mempertahankan tradisi pembuatan gong dan gamelan khas Buleleng, termasuk Gong Pacek yang menjadi identitas budaya daerah.

Ia mengapresiasi kerja sama masyarakat, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyiapkan festival tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga budaya lokal tetap lestari.

Baca juga: Ragam Festival Budaya Jambi: Melestarikan Warisan Kerajaan Melayu Kuno

Sementara itu, Camat Sawan, I Ketut Cantyana, menjelaskan bahwa festival berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026 dengan mengangkat tema “Mangghosanaken Budaya” yang bermakna menjaga dan melestarikan adat, seni, serta tradisi lokal.

Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, seperti lomba penjor hias, parade gebogan, lomba menulis aksara Bali, lomba menggambar dan mewarnai, hingga pertunjukan kolaborasi Tari Teruna Jaya dari Desa Jagaraga dengan Legong Pengelep dari Desa Menyali.

Tidak hanya berfokus pada seni budaya, festival juga menghadirkan edukasi kesehatan dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Panitia bahkan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di sejumlah titik area festival guna mengajak masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga: Dansathantai Kodaeral IX Hadiri Pattimura Festival 2026 dan Pencanangan HUT Ke-451 Kota Ambon

Sebanyak 14 desa di Kecamatan Sawan turut berpartisipasi melalui keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap Sawan Festival 2026 mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus menjaga warisan budaya daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sawan Festival 2026 Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kebangkitan UMKM Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!