Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, Bali (google maps/putudika)
BALI - Bali selama ini dikenal sebagai pulau wisata dengan pantai yang indah, budaya yang masih terjaga, hingga kuliner yang beragam. Namun, di balik pesona tersebut, Bali juga memiliki banyak tempat bersejarah yang menjadi saksi perjuangan rakyat melawan penjajah.
Beberapa monumen perjuangan yang berdiri di berbagai daerah bukan hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga menjadi tempat untuk mengenang jasa para pahlawan. Hingga kini, monumen-monumen tersebut masih ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan maupun pelajar yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perjuangan di Pulau Dewata.
Baca juga: Mengapa Bangsa Eropa Ingin Menguasai Indonesia? Ini Alasannya Negara Itu Jadi Rebutan!
Setiap monumen memiliki cerita yang berbeda. Ada yang dibangun untuk mengenang pertempuran besar, ada pula yang menjadi simbol keberanian rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
1. Monumen Bajra Sandhi, Denpasar
Monumen Bajra Sandhi di kawasan Renon, Denpasar, menjadi salah satu ikon sejarah paling terkenal di Bali. Bangunan yang menyerupai lonceng atau bajra ini dibangun sebagai penghormatan kepada perjuangan masyarakat Bali sejak masa kerajaan hingga Indonesia merdeka.
Di dalam monumen terdapat puluhan diorama yang menceritakan perjalanan sejarah Bali. Pengunjung bisa melihat gambaran kehidupan masyarakat Bali pada masa lampau, masa penjajahan, hingga perjuangan merebut kemerdekaan.
Baca juga: Fakta Unik: Monumen-Monumen Ini Bisa Diamati dari Antariksa!
Bangunan ini juga memiliki filosofi yang menarik. Jumlah anak tangga, tiang, hingga tinggi bangunannya dibuat untuk menggambarkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.
Kini, kawasan Bajra Sandhi tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga ruang terbuka yang ramai digunakan masyarakat untuk berolahraga maupun bersantai.
2. Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan
Jika ingin mengetahui kisah perjuangan I Gusti Ngurah Rai, Monumen Margarana menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Monumen ini berada di Desa Marga, Kabupaten Tabanan, tepat di lokasi terjadinya Puputan Margarana pada 20 November 1946.
Baca juga: Monumen Anyer-Panarukan, Penanda Sejarah sekaligus Penderitaan Rakyat di Masa Kolonial
Saat itu, I Gusti Ngurah Rai bersama pasukan Ciung Wanara memilih bertempur hingga akhir melawan tentara Belanda. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu kisah perjuangan terbesar dalam sejarah Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disparda.baliprov