Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2026 • 16:45 WIB

Jangan Lupakan Sejarah! Mengenal 4 Tokoh Pahlawan Nasional dari Bali yang Penuh Semangat Patriotisme

Jangan Lupakan Sejarah! Mengenal 4 Tokoh Pahlawan Nasional dari Bali yang Penuh Semangat PatriotismeFoto I Gusti Ketut Jelantik (lyceum.id)

BALI - Dari perlawanan terhadap kolonial Belanda hingga masa revolusi kemerdekaan, tokoh-tokoh Bali tampil dengan keberanian khas yakni bertarung tanpa menyerah, bahkan hingga titik darah penghabisan.

Sejarah mencatat, perlawanan rakyat Bali sering kali berbentuk “puputan” atau perang habis-habisan sebagai simbol kehormatan. Nilai ini menjadi identitas perjuangan masyarakat Bali yang diwariskan melalui kisah para pahlawannya.

I Gusti Ketut Jelantik

Baca juga: Fakta Unik Makam Baqi yang Dipenuhi Tokoh Sejarah Islam Tanpa Batu Nisan: Dari Sahabat hingga Istri Rosululloh SAW

Nama I Gusti Ketut Jelantik menjadi salah satu simbol awal perlawanan rakyat Bali terhadap kolonialisme Belanda. Ia lahir di Karangasem sekitar tahun 1800 dan menjabat sebagai patih Kerajaan Buleleng.

Perjuangannya dimulai saat Belanda berupaya menghapus sistem “tawan karang” hak tradisional kerajaan Bali untuk mengklaim kapal asing yang terdampar. Kebijakan ini memicu konflik besar antara kerajaan-kerajaan Bali dan pemerintah kolonial.

Jelantik memimpin tiga gelombang perlawanan besar, termasuk Perang Bali I, Perang Jagaraga, dan konflik lanjutan hingga tahun 1849. Dalam setiap pertempuran, ia tidak hanya bertindak sebagai panglima militer, tetapi juga sebagai penggerak moral rakyat untuk melawan dominasi asing.

Akhir hidupnya pun tragis, gugur dalam penyergapan Belanda pada tahun 1849. Namun, semangatnya tidak padam. Kini, namanya diabadikan menjadi nama jalan dan berbagai fasilitas umum di Bali, serta dikenang sebagai pahlawan nasional sejak 1993.

Baca juga: Mengenal Kisah Hari Paskah: Sejarah, Tokoh Alkitab, dan Peristiwa Pentingnya

I Gusti Ngurah Rai

Jika berbicara tentang pahlawan Bali, nama I Gusti Ngurah Rai hampir selalu disebut pertama. Ia lahir di Carangsari pada 30 Januari 1917 dan menjadi tokoh sentral dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Bali.

Sebagai komandan Divisi Sunda Kecil, Ngurah Rai memimpin pasukan melawan Belanda dalam peristiwa heroik Puputan Margarana pada 20 November 1946. Dalam pertempuran tersebut, ia memilih strategi perang total atau bertarung hingga akhir bersama pasukannya meski menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Sebanyak puluhan hingga ratusan pejuang gugur dalam peristiwa ini, termasuk Ngurah Rai sendiri. Peristiwa Margarana kemudian dikenang sebagai simbol keberanian dan harga diri bangsa.

Jejak penghormatan terhadap Ngurah Rai sangat kuat hingga kini. Namanya diabadikan sebagai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, salah satu gerbang utama Indonesia, serta berbagai monumen seperti Taman Pujaan Bangsa Margarana di Kabupaten Tabanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jangan Lupakan Sejarah! Mengenal 4 Tokoh Pahlawan Nasional dari Bali yang Penuh Semangat Patriotisme

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!