Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 09:10 WIB

Pemkot Denpasar dan Pelindo Bersinergi Bangun PSEL, Solusi Jangka Panjang Persoalan Sampah

Pemkot Denpasar dan Pelindo Bersinergi Bangun PSEL, Solusi Jangka Panjang Persoalan SampahPemkot Denpasar dan Pelindo Resmi Teken Kerja Sama Pemanfaatan Lahan PSEL di Benoa (humasdps)

BALI - Pemerintah Kota Denpasar semakin serius memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Denpasar dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 terkait pemanfaatan lahan di kawasan Pelabuhan Benoa untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Gerakan Bali Bersih Sampah menuju Bali 100 Persen Memilah Sampah yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Kompleks Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (10/6). Kesepakatan ditandatangani oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, bersama Plt. Executive Director 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Daru Wicaksono Julianto.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, unsur Forkopimda Bali, serta para kepala daerah dari seluruh kabupaten di Bali.

Baca juga: Konten Kreator Jepang Soroti Kebiasaan Suporter Tinggalkan Sampah di Stadion GBK

Melalui kerja sama tersebut, Pelindo Regional 3 memberikan pemanfaatan sebagian lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas sekitar 60.502 meter persegi di area Pelabuhan Benoa. Lahan itu nantinya akan digunakan untuk membangun fasilitas PSEL beserta sarana pendukung lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah perkotaan.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan volume sampah yang terus meningkat akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Menurutnya, teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat menjadi solusi jangka panjang karena tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jaya Negara menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari visi pembangunan kota berkelanjutan yang mengutamakan kebersihan lingkungan dan ketahanan energi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya Denpasar yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.

Baca juga: Ngeri! Ancaman 2050 Untuk Indonesia: Tenggelam dalam Krisis Sampah yang Tidak Disadari

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat memberikan apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah di Bali dalam menangani persoalan sampah. Ia menilai keberhasilan Bali tidak hanya didukung oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh penerapan nilai-nilai kearifan lokal yang mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Pada akhir rapat koordinasi, seluruh peserta kembali menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan gerakan Bali 100 persen memilah sampah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan Bali yang bersih, sehat, indah, dan lestari di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Denpasar dan Pelindo Bersinergi Bangun PSEL, Solusi Jangka Panjang Persoalan Sampah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!