Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 10:30 WIB

Desa Asri di Jembrana Ini Curi Perhatian Akademisi Jepang Berkat Inovasi Banjar Smart Hub

Desa Asri di Jembrana Ini Curi Perhatian Akademisi Jepang Berkat Inovasi Banjar Smart HubDatang Langsung ke Jembrana, Peneliti Jepang Yusuke Koizumi Terkesan dengan Banjar Smart Hub Warnasari (prokopim jembrana)

BALI - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sebuah desa di Kabupaten Jembrana, Bali, berhasil menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Desa Warnasari, khususnya Banjar Warnasari Kelod, kini menjadi sorotan berkat inovasi Banjar Smart Hub (BSH) yang menghadirkan layanan publik berbasis digital hingga ke tingkat banjar.

Keberhasilan program tersebut bahkan menarik perhatian akademisi dan peneliti dari Jepang, Yusuke Koizumi, Ph.D., yang secara khusus datang ke Desa Warnasari untuk melihat langsung penerapan inovasi tersebut. Yusuke merupakan peneliti dari Universitas Hitotsubashi yang selama ini menaruh perhatian pada isu pembangunan pedesaan, perubahan demografi, dan perkembangan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Setibanya di Desa Warnasari, Yusuke mengaku terkesan dengan suasana lingkungan yang masih terjaga. Hamparan wilayah yang bersih, hijau, dan tertata rapi menjadi kesan pertama yang ia rasakan saat mengunjungi desa tersebut.

Baca juga: Ardiles Perkuat Posisi di Industri Sepatu Lokal Lewat Inovasi Produk Baru

Namun, bukan hanya keindahan desa yang mencuri perhatiannya. Menurut Yusuke, Banjar Smart Hub merupakan contoh nyata bagaimana pengelolaan data yang baik mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program ini merupakan pengembangan dari Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), sebuah inisiatif yang menempatkan data sebagai dasar dalam perencanaan dan pelayanan publik.

Dalam kunjungannya ke Balai Banjar Warnasari Kelod, Yusuke menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan masyarakat dan perangkat desa. Ia menilai keberadaan data yang valid dan terverifikasi menjadi fondasi utama yang membuat berbagai layanan digital dapat berjalan efektif.

Lebih dari itu, Yusuke juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung penguatan data spasial di Desa Warnasari. Data spasial merupakan informasi berbasis lokasi yang dapat digunakan untuk memetakan berbagai potensi desa, mulai dari lahan pertanian, kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga sumber daya lainnya dalam bentuk peta digital.

Dengan dukungan data spasial yang lebih akurat, perencanaan pembangunan desa diyakini dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran. Langkah tersebut juga dinilai akan semakin memperkuat pengembangan Banjar Smart Hub sebagai pusat layanan masyarakat berbasis data.

Baca juga: Astrologi dan AI Jadi Cara Baru Cari Relasi, Inovasi atau Sekadar Tren?

Sementara itu, Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara, menyambut positif kunjungan akademisi asal Jepang tersebut. Menurutnya, diskusi dan pertukaran gagasan yang berlangsung memberikan banyak wawasan baru yang dapat menjadi bahan penyempurnaan program Banjar Smart Hub ke depan.

Banjar Smart Hub sendiri telah diluncurkan oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Melalui inovasi ini, balai banjar yang selama ini identik dengan aktivitas adat dan sosial kini bertransformasi menjadi pusat layanan publik digital. Warga dapat mengakses berbagai layanan administrasi, memperoleh informasi publik, hingga melakukan pembayaran pajak hanya melalui aplikasi di telepon pintar.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa desa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi identitasnya. Desa Warnasari pun menunjukkan bahwa perpaduan antara teknologi, data yang akurat, dan partisipasi masyarakat dapat melahirkan solusi pelayanan publik yang modern, efektif, sekaligus menginspirasi daerah lain di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Jembrana

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Desa Asri di Jembrana Ini Curi Perhatian Akademisi Jepang Berkat Inovasi Banjar Smart Hub

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!