BALI - Bali dikenal sebagai daerah wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Namun, kehidupan masyarakat Bali tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Banyak warga masih bekerja sebagai petani, nelayan, pedagang, hingga pengrajin. Jenis pekerjaan yang mereka tekuni umumnya dipengaruhi oleh kondisi alam tempat tinggal masing-masing.
Di daerah pegunungan dan pedesaan, sebagian besar warga memilih bertani karena memiliki lahan yang subur. Sementara masyarakat yang tinggal di pesisir lebih banyak mencari nafkah sebagai nelayan atau membudidayakan hasil laut. Di kota-kota besar seperti Denpasar dan Badung, lapangan pekerjaan didominasi sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi Bali membuat jenis pekerjaan masyarakat semakin beragam. Walaupun pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi daerah, sektor pertanian dan perikanan masih menjadi sumber penghasilan penting bagi banyak keluarga.
Baca juga: Daftar Komoditas Perkebunan Andalan Jambi yang Menjadi Penggerak Ekonomi Warga
Penduduk Bali Didominasi Usia Produktif
Jumlah penduduk Bali kini mencapai lebih dari 4,4 juta jiwa. Sebagian besar tinggal di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Buleleng. Wilayah-wilayah tersebut menjadi pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan pariwisata.
Mayoritas penduduk Bali berada pada usia produktif. Artinya, lebih banyak masyarakat yang berada pada usia kerja dibandingkan kelompok usia anak maupun lanjut usia. Kondisi ini menjadi keuntungan karena jumlah tenaga kerja yang tersedia cukup besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menurut BPS, hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 2,7 juta penduduk yang bekerja di Bali. Tingkat pengangguran juga tergolong rendah, yakni sekitar 1,5 persen. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar masyarakat usia kerja telah memiliki pekerjaan, baik di sektor formal maupun informal.
Baca juga: Petani Muda Klaten dan Puskestan Gelar Tradisi Wiwitan di Desa Sribit
Pariwisata Menjadi Tempat Bekerja Terbanyak
Pariwisata masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Bali. Banyak masyarakat bekerja di hotel, vila, restoran, tempat wisata, biro perjalanan, spa, hingga usaha transportasi wisata.
Selain itu, berkembangnya dunia digital juga melahirkan banyak profesi baru. Tidak sedikit anak muda Bali yang bekerja sebagai fotografer, pembuat konten, pengelola media sosial, desainer grafis, hingga pelaku usaha daring yang menawarkan produk maupun jasa kepada wisatawan.
Baca juga: Warisan Bahari Nusantara: Mengungkap Kentalnya Tradisi Nelayan Bugis, Mandar, dan Bajo
Ramainya kunjungan wisatawan juga membuat usaha kecil terus tumbuh. Warung makan, toko oleh-oleh, penyewaan kendaraan, hingga usaha penginapan menjadi sumber penghasilan bagi banyak warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bps Bali