Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 08 MEI 2026 • 13:40 WIB

Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Simak Sejarah, Asal-Usul dan Filosofi dibalik Julukannya

Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Simak Sejarah, Asal-Usul dan Filosofi dibalik JulukannyaPesona Pulau Dewata, Bali, Indonesia (30sundays.club)

BALI - Bali bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia dengan pantai eksotis dan budaya yang memikat. Pulau ini juga memiliki julukan yang begitu melekat di benak masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara, yakni Pulau Dewata. Julukan tersebut bahkan sudah menjadi identitas budaya yang sulit dipisahkan dari Bali.

Namun, di balik sebutan yang terdengar indah itu, ternyata tersimpan sejarah panjang, nilai spiritual, dan filosofi mendalam yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Bali sejak ratusan tahun lalu. Julukan Pulau Dewata bukan sekadar slogan pariwisata, melainkan cerminan karakter sosial dan keyakinan masyarakat Bali yang hingga kini masih terjaga kuat.

Baca juga: Menengok Pohon Ara, Tanaman Hias Tropis Cantik Punya Julukan Pohon dari Surga

Lalu, mengapa Bali disebut Pulau Dewata? Dari mana asal-usul julukan tersebut? Berikut cerita dibalik julukan itu:

Secara etimologis, istilah “Dewata” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti para dewa atau makhluk suci. Dalam kepercayaan Hindu Bali, pulau ini diyakini sebagai tempat yang dijaga oleh kekuatan suci para dewa dari berbagai penjuru mata angin.

Kepercayaan tersebut tidak hadir begitu saja. Sejak masa kerajaan Hindu di Nusantara, Bali telah menjadi wilayah yang sangat kental dengan tradisi spiritual dan pemujaan terhadap manifestasi Tuhan dalam berbagai bentuk.

Masyarakat Hindu Bali mengenal konsep “Dewata Nawa Sanga”, yakni sembilan dewa penjaga arah mata angin yang dipercaya menjaga keseimbangan alam Bali. Konsep ini menjadi dasar penting mengapa Bali dianggap sebagai pulau yang sakral.

Baca juga: Mengenal Harpy: Dari Makhluk Mitologi Kuno Jadi Julukan Seksis

Dalam konsep kosmologi Bali, masing-masing arah mata angin dijaga oleh dewa tertentu. Misalnya, Dewa Wisnu dipercaya menjaga wilayah utara, Dewa Brahma menjaga selatan, sementara Dewa Siwa berada di pusat keseimbangan alam.

Kepercayaan tersebut kemudian membentuk cara hidup masyarakat Bali yang sangat dekat dengan ritual keagamaan, persembahan, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Salah satu alasan kuat Bali mendapat julukan Pulau Dewata adalah banyaknya pura yang berdiri hampir di setiap wilayah. Bahkan Bali juga sering disebut sebagai “Pulau Seribu Pura”.

Baca juga: 3 Fakta Pacitan yang Harus Kamu Tau, Hingga Pemberian Nama Julukan Kota 1001 Gua

Di Bali, pura bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Hampir setiap desa adat memiliki pura utama, dan setiap rumah tangga Hindu Bali umumnya mempunyai tempat sembahyang keluarga yang disebut sanggah atau merajan.

Keberadaan pura-pura besar seperti Pura Besakih, Pura Tanah Lot, dan Pura Uluwatu semakin menguatkan citra Bali sebagai pulau spiritual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Simak Sejarah, Asal-Usul dan Filosofi dibalik Julukannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!