Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 JULI 2026 • 14:40 WIB

Ramai Disorot, Komunitas Lari di Bali Diduga Batasi Peserta Lokal hingga Berujung Polemik

Ramai Disorot, Komunitas Lari di Bali Diduga Batasi Peserta Lokal hingga Berujung PolemikEvent Lari di Bali - Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Event Lari Canggu Bali, Satpol PP Soroti Rekomendasi (Ahmad Muzakky Alhasan, Dani Prabowo/kompas)

BALI - Aktivitas sebuah komunitas lari di Bali mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah muncul dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap peserta berdasarkan kewarganegaraan. Komunitas yang dikenal dengan nama Entourage Bali itu dituding lebih mengutamakan warga negara asing (WNA) dibandingkan warga negara Indonesia (WNI) dalam proses pendaftaran kegiatan lari yang rutin digelar di kawasan Canggu. Dugaan tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat karena dianggap tidak mencerminkan semangat keterbukaan, terlebih kegiatan berlangsung di wilayah Indonesia.

Polemik bermula ketika sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan tangkapan layar percakapan antara calon peserta dengan pihak penyelenggara. Dalam percakapan tersebut, beberapa pendaftar asal Indonesia mengaku tidak dapat bergabung setelah menyebutkan kewarganegaraannya. Di sisi lain, peserta dari luar negeri disebut memperoleh persetujuan dengan lebih mudah. Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memunculkan anggapan bahwa terdapat perlakuan yang tidak setara terhadap warga lokal.

Baca juga: Hubungan Asmara Berakhir Tragis, WNA Singapura Diduga Habisi Nyawa Kekasih di Denpasar

Respons publik pun bermunculan. Banyak warganet menilai kegiatan yang memanfaatkan ruang publik seharusnya dapat diikuti siapa saja tanpa membedakan asal negara. Sejumlah komunitas lari di Bali juga ikut menyayangkan dugaan tersebut karena dinilai bertentangan dengan semangat olahraga yang mengedepankan kebersamaan dan inklusivitas. Selain persoalan diskriminasi, aktivitas komunitas itu juga sempat menuai keluhan lantaran melibatkan peserta dalam jumlah besar yang berlari di jalan raya sehingga dianggap mengganggu arus lalu lintas di kawasan Canggu.

Di tengah derasnya kritik, pihak Entourage Bali akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial resminya. Mereka menjelaskan bahwa penolakan terhadap sejumlah pendaftar bukan merupakan kebijakan yang disengaja, melainkan akibat kesalahan dalam sistem administrasi yang digunakan. Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan reaksi publik. Sebagai bentuk tanggung jawab, penyelenggara memutuskan menghentikan sementara seluruh agenda lari yang telah dijadwalkan sambil melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendaftaran.

Kasus ini turut mendapat perhatian pemerintah. Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan telah mengambil langkah dengan memasukkan dua warga negara Belanda yang diduga menjadi penyelenggara komunitas tersebut ke dalam daftar penangkalan. Langkah itu dilakukan setelah keduanya diketahui telah meninggalkan Indonesia. Imigrasi juga menegaskan bahwa warga negara asing yang berada di Indonesia wajib mematuhi ketentuan izin tinggal serta tidak diperkenankan menjalankan aktivitas yang bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

Baca juga: Viral WNA Afrika Ngamuk di Supermarket Kalibata, Sampe Siram Badan Pakai Minyak

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap harus menjunjung tinggi prinsip kesetaraan bagi seluruh masyarakat. Kehadiran komunitas internasional memang memberi warna tersendiri bagi perkembangan gaya hidup di Pulau Dewata, namun setiap kegiatan yang diselenggarakan tetap harus menghormati aturan serta budaya lokal. Polemik ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa ruang publik seharusnya menjadi tempat yang terbuka bagi siapa pun tanpa membedakan kewarganegaraan maupun latar belakang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ramai Disorot, Komunitas Lari di Bali Diduga Batasi Peserta Lokal hingga Berujung Polemik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!