Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi. (humasdps)
BALI - Suasana hangat penuh nuansa spiritual terasa di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar, saat pelaksanaan Upacara Melaspas Wantilan bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). Momen sakral ini sekaligus menandai rampungnya renovasi bangunan wantilan yang kini hadir dengan wajah baru berkat dukungan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Hadir pula Anggota DPRD Kota Denpasar AA Putu Gede Wibawa, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Dirut PT Jamkrida Bali Mandara AA Ngurah Adhi Ardhana, serta jajaran perangkat daerah dan tokoh masyarakat lainnya.
Baca juga: Di Balik Megahnya Upacara Adat Bali, Ternyata Banyak Makna yang Simbolis dan Menggetarkan Jiwa
Di tengah suasana adat yang khidmat, keberadaan wantilan baru ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong masyarakat adat atau krama pengempon pura. Bangunan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan, adat, hingga aktivitas sosial masyarakat setempat.
Perwakilan pengempon pura, I Putu Adiana, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu proses pembangunan wantilan hingga selesai. Menurutnya, rampungnya upacara melaspas menjadi penanda bahwa seluruh tahapan pemugaran telah berjalan dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa wantilan memiliki fungsi penting bagi masyarakat adat, terutama dalam menunjang pelaksanaan yadnya dan berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Pura Dalem Tegeh Gumi. Kehadiran fasilitas yang lebih layak dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi krama saat melaksanakan kegiatan bersama.
Baca juga: Upacara Majaya-Jaya Desa Adat Kesiman, Denpasar Teguhkan Pembangunan Berbasis Budaya
Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan semangat kebersamaan warga pengempon pura. Menurutnya, pembangunan wantilan bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat nilai menyama braya atau persaudaraan di tengah masyarakat.
Arya Wibawa berharap wantilan yang telah direnovasi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, hingga memperkuat tradisi adat dan budaya Bali yang terus dijaga secara turun-temurun.
Dengan sentuhan arsitektur khas Bali dan nuansa religius yang tetap terjaga, wantilan baru Pura Dalem Tegeh Gumi kini tidak hanya menjadi pusat kegiatan adat, tetapi juga menjadi simbol harmoninya hubungan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal.
Baca juga: Siswa Tampil Baleganjur, Upacara Melaspas Gedung Baru SDN 5 Dalung Berlangsung Khidmat
Momentum melaspas ini pun menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui upacara dan tradisi, tetapi juga lewat kepedulian bersama untuk merawat ruang-ruang kebudayaan yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar