Upacara Majaya-Jaya Desa Adat Kesiman, Denpasar Teguhkan Pembangunan Berbasis Budaya (prokompim.dps)
BALI - Prosesi upacara Majaya-Jaya Bendesa Adat dan Prajuru Adat Desa Kesiman masa bakti 2026–2031 berlangsung khidmat di Bale Agung Pura Agung Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (2/2). Momen sakral ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan peran desa adat di tengah dinamika pembangunan kota.
Upacara Majaya-Jaya bukan sekadar seremoni pelantikan, tetapi menjadi simbol penyucian diri dan penguatan komitmen moral bagi bendesa adat dan jajaran prajuru dalam mengemban amanat masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Jero Mangku Ketut Wisna kembali dipercaya untuk menakhodai Desa Adat Kesiman sebagai Bendesa Adat untuk periode kedua, yakni masa bakti 2026–2031.
Baca juga: Dukung Program AKSI Pemprov DKI Jakarta x YouTube, Farah Savira: Jadikan Muatan Lokal di Sekolah!
Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kepercayaan masyarakat Desa Adat Kesiman yang kembali memberikan amanah kepada Jero Mangku Ketut Wisna. Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara desa adat dan Pemerintah Kota Denpasar.
Eddy Mulya menegaskan bahwa keberadaan desa adat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta kenyamanan wilayah. Terlebih, dengan telah diberlakukannya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, posisi desa adat semakin sentral dalam mendukung visi Kota Denpasar sebagai Kota Berbasis Budaya.
“Desa adat adalah pondasi kuat Denpasar. Kami berharap ke depan sinergi dan kerja sama bisa terus diperkuat, terutama dalam pemberdayaan adat dan pelestarian budaya Bali,” ujar Eddy Mulya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman dalam menjalankan pembangunan. Dengan berlandaskan spirit Vasudaiva Kutumbakam, Eddy Mulya berharap adat dan budaya Bali tidak hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga menjadi arah utama dalam setiap program pembangunan, baik fisik maupun mental spiritual masyarakat.
Selain itu, ajaran-ajaran Agama Hindu diharapkan tetap menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat yang harmonis, beretika, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
Melalui pelaksanaan upacara Majaya-Jaya ini, Sekda Denpasar juga berharap seluruh jajaran kepengurusan Desa Adat Kesiman dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mampu mewujudkan kesejahteraan bagi krama desa. Ia optimistis, dengan kekompakan dan komitmen bersama, Desa Adat Kesiman akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi Kota Denpasar.
Sementara itu, Bendesa Adat Kesiman terpilih, Jero Mangku Ketut Wisna, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang kembali mengamanahkan dirinya memimpin Desa Adat Kesiman.
“Matur suksma atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi saya untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan, agar program-program desa adat bisa berjalan lebih baik dan memberi manfaat nyata bagi krama,” ungkapnya.
Baca juga: 5 Februari Kelangkaan Gas Elpiji Teratasi, Pasokan Bulan Puasa dan Lebaran Idul Fitri Aman
Ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dan prajuru adat dapat terus terjaga, sehingga Desa Adat Kesiman tetap menjadi desa adat yang kuat, harmonis, dan berakar pada nilai budaya Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Denpasar