Dharma Santi Nyepi Saka 1948 Tabanan Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan (tmc/piskp)
BALI - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6), saat Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tingkat kabupaten. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual bagi masyarakat lintas elemen di Tabanan.
Mengangkat tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” dengan subtema “Pelangi Harmoni di Atas Lumbung Padi”, acara tersebut menggambarkan semangat persatuan di tengah keberagaman budaya dan keyakinan yang hidup berdampingan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan yang dikenal sebagai daerah agraris dan kaya tradisi.
Nuansa adat Bali begitu terasa sepanjang acara. Kehadiran tokoh masyarakat, pemuka agama, organisasi adat, hingga jajaran pemerintah daerah membuat Dharma Santi tahun ini tampil bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum mempererat rasa persaudaraan antarumat beragama.
Baca juga: Apa Saja Agama Asli Indonesia? Warisan Spiritual Nusantara dari Sunda Wiwitan hingga Kejawen
Turut hadir Ida Cokorda Anglurah Tabanan, para jero mangku, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, hingga berbagai komponen masyarakat. Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan toleransi yang terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., dalam dharma wacananya mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dinamis. Ia menilai nilai saling menghormati dan rasa persaudaraan menjadi fondasi utama untuk menjaga kedamaian sosial.
Sementara itu, sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan Asisten I Setda Kabupaten Tabanan, Drs. I Made Agus Harthawiguna, M.Si., menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momen refleksi diri setelah Hari Raya Nyepi. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat hubungan sosial demi mewujudkan Tabanan yang harmonis dan sejahtera.
Baca juga: 17 Ucapan Selamat Hari Nyepi Dalam Bahasa Inggris yang Aesthetic buat Vibes Medsos
Tak hanya itu, peringatan Bulan Bung Karno VIII juga memberi makna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Semangat persatuan, nasionalisme, dan gotong royong yang diwariskan Bung Karno dinilai masih relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan saat ini.
Melalui Dharma Santi 2026, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat toleransi dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan menjaga harmoni serta nilai-nilai luhur budaya Bali, kehidupan yang damai dan saling menghargai diharapkan dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab