Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 07 JUNI 2026 • 13:30 WIB

Pantai Banyuasri Buleleng Bersiap Jadi Wisata Konservasi Tukik, Liburan Sekaligus Belajar Cinta Laut

Pantai Banyuasri Buleleng Bersiap Jadi Wisata Konservasi Tukik, Liburan Sekaligus Belajar Cinta LautDistankan Buleleng Dampingi Pengembangan Awal Konservasi Tukik di Banyuasri (adm buleleng)

BALI - Upaya menjaga kelestarian penyu di pesisir Bali Utara kini mulai bergerak ke arah yang lebih serius. Kawasan Pantai Banyuasri di Kabupaten Buleleng perlahan disiapkan menjadi destinasi wisata berbasis konservasi lingkungan, dengan fokus utama pada penyelamatan telur penyu dan pelestarian tukik.

Langkah awal itu ditandai dengan pembangunan bak penampungan sementara untuk telur penyu yang ditemukan di sepanjang kawasan pantai. Meski masih sederhana, fasilitas tersebut menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan habitat satwa laut yang dilindungi.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, I Gede Melandrat menjelaskan bahwa wilayah pesisir Buleleng memiliki potensi besar sebagai habitat penyu karena garis pantainya mencapai lebih dari 157 kilometer. Sejumlah jenis penyu seperti penyu hijau dan penyu belimbing diketahui rutin datang ke kawasan Bali Utara untuk bertelur.

Baca juga: Rufiyaa, Mata Uang Tercantik di Dunia dari Maladewa dengan Gambar Hiu Paus dan Penyu Ikonik

Menurutnya, karakter pantai di wilayah utara Bali yang ditumbuhi tanaman katang-katang menjadi lokasi favorit penyu untuk membuat sarang alami. Beberapa titik yang cukup sering ditemukan aktivitas bertelur di antaranya kawasan Pantai Kerobokan, Pelabuhan Buleleng, Pantai Banyuasri, hingga kawasan Lovina.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah memberi tanda pada lokasi sarang penyu dan melindunginya menggunakan keranjang agar aman dari ancaman predator maupun gangguan aktivitas manusia.

Sementara itu, relawan lokal bersama nelayan dan warga adat Banyuasri mulai aktif melakukan penyelamatan telur penyu secara mandiri. Ketua relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika mengatakan, pembangunan bak penampungan dilakukan sebagai respons atas tingginya potensi telur penyu yang ditemukan setiap tahun di kawasan Pantai Asri.

Meski fasilitas yang dibangun belum memenuhi standar konservasi resmi, keberadaannya dinilai penting sebagai langkah darurat untuk mengurangi risiko kerusakan telur sebelum dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Baca juga: Taman Hidup dan Rusa Timor di Argopuro, Pesona Alam yang Mengajarkan Konservasi Hutan

Selama ini, warga setempat biasanya memindahkan telur penyu ke tempat penangkaran terdekat agar terhindar dari predator seperti anjing liar maupun abrasi pantai. Kini, upaya tersebut mulai dilakukan lebih terorganisir dengan pendampingan pemerintah daerah.

Ke depan, kawasan konservasi tukik di Banyuasri diharapkan berkembang bukan hanya sebagai tempat penyelamatan penyu, tetapi juga menjadi wisata edukasi baru di Bali Utara. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati suasana pantai, tetapi juga bisa belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan proses pelepasan tukik ke alam bebas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pantai Banyuasri Buleleng Bersiap Jadi Wisata Konservasi Tukik, Liburan Sekaligus Belajar Cinta Laut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!