Siat Geni, tradisi perang api di Bali. (sita.badungkab.go.id)
BALI - Berwisata ke Bali enggak hanya melihat keindahan pantai atau kulinerya. Tetapi ada banyak tradisi yang bisa kita lihat salah satunya adalah Siat Geni. Tradisi Siat Geni berasal dari bahasa Bali. Siat berarti perang dan Geni berarti api atau perang api.
Ritual ini bukan didasari atas rasa dendam atau amarah, melainkan simbol perlawanan terhadap sifat-sifat buruk (Adharma) dalam diri manusia. Api di sini dianggap sebagai sarana penyucian (lebur) untuk menghalau energi negatif atau roh jahat agar tidak mengganggu ketenteraman warga desa.
Untuk melihat tradisi unik ini, kamu harus berkunjung ke Desa Adat Tuban. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang mempertemukan keberanian warga dengan panasnya bara api.
Siat Geni biasanya digelar setahun sekali, tepatnya pada hari Purnama Kapat (sekitar bulan September atau Oktober). Ada berbagai tahapan ritual yang dilakukan oleh masyarakat setempat sebelum melakukan perang api.
Baca juga: Tabanan Siapkan PKB 2026, Perpaduan Seni Tradisi dan Geliat Kreatif Lokal
Berbeda dengan perang pandan di desa lain, Siat Geni di Tuban sangat menonjolkan visual percikan api yang terbang di kegelapan malam. Meski terlihat berbahaya, para peserta jarang mengalami luka bakar serius, yang diyakini masyarakat sebagai bentuk perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Siat Geni adalah acara yang sangat terbuka bagi wisatawan untuk ditonton. Lokasinya sangat dekat dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai, menjadikannya destinasi budaya yang mudah dijangkau bagi kamu yang sedang berada di area Kuta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sita.badungkab.go.id