Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 JUNI 2026 • 09:15 WIB

Kasus Bullying Jadi Sorotan, Buleleng Tingkatkan Sistem Penanganan Berbasis Aplikasi SIAP

Kasus Bullying Jadi Sorotan, Buleleng Tingkatkan Sistem Penanganan Berbasis Aplikasi SIAPTingkatkan Sinergi Pentahelix, STIKes Buleleng Perkuat Sistem Rujukan Kasus Perundungan di Sekolah (adm buleleng)

BALI - Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan terus diperkuat di Kabupaten Buleleng. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi sistem rujukan pelaporan kasus perundungan dan pemutakhiran Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan perundungan yang digelar oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung di Aula 2 STIKes Buleleng itu merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua lembaga dalam mendukung perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Acara dibuka oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Buleleng, Luh Putu Adi Ariwati, serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah sektor.

Baca juga: Benarkah Ukuran Otak Pelaku Perundungan Lebih Kecil? Ini Penjelasannya

Dalam sambutannya, Adi Ariwati menekankan bahwa penanganan perundungan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah maupun pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar setiap kasus dapat dicegah dan ditangani secara optimal.

Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan inklusif.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyamakan pemahaman mengenai mekanisme penanganan kasus perundungan di tingkat SD dan SMP. Selain membahas pembaruan SOP, sosialisasi juga memperkenalkan penguatan sistem rujukan hotline berbasis aplikasi SIAP atau Sistem Informasi Anti Perundungan.

Baca juga: Kapolda Metro Luncurkan Program FKPMS di 11 Sekolah untuk Cegah Perundungan

Pengembang aplikasi SIAP, Ns. Made Bayu Oka Widiarta, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, media, serta masyarakat.

Menurutnya, perundungan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan penanganan terpadu. Dengan adanya sistem rujukan yang terintegrasi, setiap pihak dapat menjalankan fungsi dan kewenangannya secara jelas sehingga proses penanganan menjadi lebih efektif.

Melalui aplikasi SIAP, kasus-kasus yang memerlukan perhatian khusus dapat segera diteruskan kepada instansi terkait. Bahkan untuk kasus perundungan kategori berat yang tidak dapat diselesaikan di lingkungan sekolah, mekanisme rujukan dapat langsung diaktifkan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, serta tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak.

Baca juga: KPAI Minta Perilaku Perundungan Anak Gak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Kolaborasi yang dibangun antara STIKes Buleleng dan Pemerintah Kabupaten Buleleng ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan kasus perundungan sekaligus memperkuat perlindungan anak di sekolah. Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi generasi muda Buleleng diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Bullying Jadi Sorotan, Buleleng Tingkatkan Sistem Penanganan Berbasis Aplikasi SIAP

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!