Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 18 MEI 2026 • 11:25 WIB

BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem di Bali hingga Agustus, Waspada Hujan dan Angin Kencang

BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem di Bali hingga Agustus, Waspada Hujan dan Angin KencangIlustrasi Cuaca Extrem (pinterest/morgan)

BALI - Masyarakat Bali diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Bali pada Senin, 18 Mei 2026, mengalami kondisi cuaca berawan hingga hujan ringan, terutama pada siang dan sore hari. Selain itu, wilayah perairan dan penyeberangan Selat Bali juga mendapat perhatian khusus karena potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Baca juga: Sering Minum Manis Saat Cuaca Panas? Hati-hati Tubuh Bisa Makin Lemas dan Kembung

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, beberapa daerah seperti Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Tabanan diprediksi mengalami hujan ringan dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi. Sementara wilayah Denpasar, Badung, hingga Klungkung cenderung berawan namun tetap berpotensi diguyur hujan lokal secara tiba-tiba. Suhu udara di Bali hari ini berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius.

Kondisi cuaca yang berubah cepat ini disebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan peralihan musim yang masih berlangsung di wilayah Indonesia bagian selatan. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh cuaca cerah pada pagi hari karena hujan disertai angin kencang bisa muncul menjelang sore atau malam. Pengendara dan wisatawan yang melakukan aktivitas luar ruangan diimbau untuk membawa perlengkapan antisipasi hujan serta memantau pembaruan cuaca secara berkala.

Sementara itu, perhatian lebih diberikan pada jalur penyeberangan Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang sedang hingga tinggi mencapai sekitar 2,5 meter di perairan selatan Selat Bali. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kecepatan angin dan fenomena astronomi Super New Moon yang dapat memengaruhi pasang maksimum air laut.

Baca juga: Hujan Badai Diterjang, Para “Pejuang Rupiah” Tetap Berangkat Kerja

BMKG menyebut pengguna jasa penyeberangan diminta lebih berhati-hati, terutama kapal nelayan, kapal wisata, dan kendaraan logistik yang melintasi jalur laut Bali-Jawa. Operator kapal juga diminta memastikan prosedur keselamatan berjalan optimal, termasuk pengikatan muatan kendaraan selama pelayaran.

Selain kondisi saat ini, BMKG sebelumnya juga mengingatkan bahwa pola cuaca ekstrem di Bali masih berpotensi terjadi hingga musim kemarau pertengahan tahun. Angin monsun Australia yang mulai aktif diperkirakan dapat memicu angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Bali hingga sekitar Agustus mendatang. Fenomena ini biasanya berdampak pada aktivitas nelayan, penyeberangan laut, hingga sektor pariwisata bahari.

Baca juga: Kapan Musim Kemarau 2026? Simak Prediksi BMKG dan Tips Menghadapinya

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca dan maritim sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi wisatawan yang hendak menyeberang atau melakukan aktivitas laut di kawasan Bali dan Selat Bali. Pemerintah daerah serta otoritas pelabuhan juga diharapkan meningkatkan koordinasi demi meminimalkan risiko akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem di Bali hingga Agustus, Waspada Hujan dan Angin Kencang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!