Senin, 18 MEI 2026 • 17:45 WIB

Meriah! Busungbiu Festival 2026 Hadirkan Seni Tradisi hingga Promosi Produk UMKM

Author

Busungbiu Festival 2026 Resmi Digelar, Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal dan Potensi Desa (adm buleleng)

BALI - I Nyoman Sutjidra secara resmi membuka Busungbiu Festival 2026 di Lapangan Umum Natha Praja, Kecamatan Busungbiu, Jumat (16/5). Festival yang berlangsung hingga 18 Mei tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana promosi potensi desa dan pelaku UMKM lokal di wilayah Busungbiu.

Mengangkat tema “Bhuwana Santhi Loka Kerthi”, festival ini diramaikan berbagai kegiatan seni, budaya, sosial, dan hiburan masyarakat yang melibatkan desa dinas, desa adat, hingga para pelajar tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kecamatan Busungbiu.

Baca juga: Festival KPop Gagal Datangkan Member BTS, Promotor Laporkan Rekan Bisnis ke Polda Metro

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Busungbiu bersama masyarakat yang dinilai berhasil menghadirkan ruang kreatif untuk menjaga tradisi dan memperkuat perekonomian masyarakat berbasis budaya lokal. Menurutnya, Kecamatan Busungbiu memiliki banyak potensi yang layak diperkenalkan lebih luas, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, budaya, hingga ekonomi kreatif.

Ia berharap festival tersebut tidak sekadar menjadi hiburan tahunan, tetapi mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya yang dimiliki.

“Festival seperti ini penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Busungbiu, Putu Gede Yudana, menjelaskan bahwa seluruh elemen masyarakat turut dilibatkan dalam penyelenggaraan festival. Menurutnya, keterlibatan desa adat, sekolah, dan masyarakat umum menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga budaya lokal.

Baca juga: Festival Pecinta Hewan Hadir di ICE BSD, Bawa Konsep Kota Imajinatif yang Seru

Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama kegiatan. Berbagai agenda sosial dan hiburan dipusatkan di area festival dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Sejumlah kegiatan turut memeriahkan festival, seperti jalan santai, donor darah, senam kebugaran, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba ngelawar antar desa adat, mesatua Bali, Baligrafi, lomba menggambar dan mewarnai, hingga ajang pencarian bakat Busungbiu Idol. Pada malam hari, pengunjung disuguhkan pertunjukan seni tari, tabuh, tari kolosal, serta penampilan budaya khas dari masing-masing desa.

Tak hanya fokus pada seni budaya, festival ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan produk unggulan desa. Beragam hasil kreativitas masyarakat dipamerkan sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Baca juga: Dari Pasar Malam ke Festival Dunia: Tong Tong Fair yang Bikin Budaya Indonesia Mendunia

Putu Gede Yudana menambahkan, dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan seni budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Menurutnya, melalui festival ini masyarakat ingin menunjukkan bahwa Busungbiu memiliki kekayaan budaya dan kreativitas yang patut dikenal lebih luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU