Selasa, 21 APRIL 2026 • 08:50 WIB

Dari Limbah Jadi Berkah, Sekolah di Tabanan Kembangkan Pupuk Organik Cair

Author

POCARIS, Pupuk Organik Cair Inovasi SD Negeri 5 Gubug (tmc/piskp)

BALI - SD Negeri 5 Gubug di Kecamatan Tabanan menghadirkan terobosan berbasis lingkungan melalui inovasi pembuatan pupuk organik cair yang diberi nama POCARIS (Pupuk Organik Cair dari Tong Komposter). Program ini merupakan bagian dari gerakan TEBAS LESTARI yang mengusung konsep pengelolaan sampah terpadu sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Inovasi tersebut berangkat dari pemanfaatan sampah organik sehari-hari, seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah sayuran. Alih-alih dibuang, limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai guna melalui proses komposting. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan guru, tetapi juga siswa yang secara aktif berpartisipasi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Baca juga: Cara Mengolah Sisa Sayur Jadi Pupuk: Rahasia Kebun Subur Tanpa Biaya Mahal

Proses pembuatan POCARIS dimulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah organik. Setelah itu, bahan dimasukkan ke dalam tong komposter, lalu ditambahkan air dan zat pengurai seperti EM4 atau bahan alami lainnya. Tong kemudian ditutup rapat untuk proses fermentasi yang berlangsung selama satu hingga tiga bulan. Dari proses ini dihasilkan cairan lindi yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

Keberadaan POCARIS membawa dampak positif bagi lingkungan sekolah. Pupuk cair tersebut digunakan untuk menyuburkan tanaman di kebun sekolah, sehingga membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami tanpa ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari.

Baca juga: Bikin Pupuk Kompos dari Sampah Dapur: Gerakan Kecil yang Justru Bisa Menguntungkan

Lebih dari sekadar program lingkungan, inovasi ini menjadi sarana edukasi yang efektif. Siswa tidak hanya memahami teori tentang pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam prosesnya. Dengan demikian, mereka belajar tentang pentingnya prinsip daur ulang dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan sejak dini.

Kepala SD Negeri 5 Gubug, Ni Nyoman Dian Trisna Dewi, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi sekolah. Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair mampu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Ia juga menegaskan bahwa inovasi ini mencerminkan upaya sekolah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang kreatif dan edukatif. Melalui kolaborasi antara siswa dan guru, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.

Baca juga: Manfaat dan Keunggulan Pupuk Kasgot, Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan

Dengan hadirnya POCARIS, SD Negeri 5 Gubug menunjukkan komitmen dalam mewujudkan sekolah yang bersih, produktif, dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara inovatif sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tmc.tabanankab

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU