BALI - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa sore, 26 Mei 2026. Getaran gempa tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat di sejumlah daerah Jawa Timur, tetapi juga terasa hingga beberapa wilayah di Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Kuta Selatan.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 15.39 WIB. Titik gempa berada di laut sekitar 93 hingga 99 kilometer tenggara Jember dengan kedalaman sekitar 10 hingga 14 kilometer. BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa dari awalnya magnitudo 5,1 menjadi magnitudo 4,8.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa gempa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi. Dari hasil analisis sementara, gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. Meski getarannya cukup terasa di beberapa daerah, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.
Di Bali, sejumlah warga mengaku merasakan getaran ringan selama beberapa detik. Beberapa masyarakat di Denpasar dan kawasan Badung sempat menghentikan aktivitas karena merasakan benda di dalam rumah bergetar pelan. Namun hingga sore hari, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat dampak gempa tersebut.
Baca juga: Gempa Guncang Jatim, Sejumlah Kereta Berhenti Mendadak di Jalur Jember-Banyuwangi
Getaran paling kuat dirasakan di wilayah Jember dengan skala intensitas IV MMI. Sementara Banyuwangi berada pada kisaran III hingga IV MMI. Untuk wilayah Bali seperti Kuta, Kuta Selatan, dan Denpasar, intensitas gempa berada pada level II hingga III MMI. Pada tingkat tersebut, gempa biasanya dirasakan jelas di dalam rumah, tetapi belum menyebabkan kerusakan berarti.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa maupun potensi gempa susulan.
Baca juga: Apa Itu Megathrust? Pahami Ancaman Gempa Dahsyat yang Bisa Terjadi di Indonesia Ini
Fenomena gempa yang terasa hingga Bali memang kerap terjadi karena posisi Pulau Bali yang berada dekat dengan zona pertemuan lempeng aktif di wilayah selatan Indonesia. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik ketika merasakan getaran gempa dengan skala ringan hingga sedang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG