Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 MARET 2026 • 12:45 WIB

Pura Luhur Uluwatu: Sejarah, Makna, dan Fakta Menarik di Balik Pura Ikonik Bali

Pura Luhur Uluwatu: Sejarah, Makna, dan Fakta Menarik di Balik Pura Ikonik BaliPura Luhur Uluwatu (sita.badungkab.go.id)

BALI - Berdiri kokoh di atas tebing curam setinggi puluhan meter yang langsung menghadap Samudra Hindia, Pura Luhur Uluwatu bukan hanya menjadi salah satu ikon pariwisata Bali, tetapi juga menyimpan nilai spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Hindu di Pulau Dewata.

Di balik panorama matahari terbenam yang kerap memikat wisatawan, pura ini memiliki sejarah panjang, fungsi religius yang mendalam, serta aturan adat yang tetap dijaga hingga kini. Pura ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang suci yang menjadi bagian dari sistem kepercayaan masyarakat Bali.

Pura Luhur Uluwatu diyakini telah berdiri sejak abad ke-10 Masehi. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa pura ini pertama kali didirikan oleh seorang pendeta suci bernama Mpu Kuturan, yang berperan besar dalam menyusun tatanan kehidupan keagamaan di Bali.

Baca juga: Dari Kekayaan Alam ke Perebutan Kolonial, Sejarah Timah di Bangka

Peran pura ini kemudian semakin diperkuat oleh kehadiran tokoh suci lainnya, yakni Dang Hyang Nirartha pada abad ke-16. Dalam perjalanan spiritualnya menyebarkan ajaran Hindu di Bali, Dang Hyang Nirartha disebut mencapai moksa atau penyatuan jiwa dengan Sang Pencipta di kawasan Uluwatu.

Peristiwa tersebut menjadikan Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu pura dengan nilai kesucian tinggi. Sejak saat itu, pura ini tidak hanya menjadi tempat pemujaan, tetapi juga simbol perjalanan spiritual yang dihormati oleh umat Hindu.

Secara etimologi, nama “Uluwatu” berasal dari dua kata, yaitu “ulu” yang berarti ujung atau puncak, dan “watu” yang berarti batu. Nama ini merujuk pada posisi pura yang berdiri di ujung tebing batu karang.

Dalam konsep spiritual masyarakat Bali, Pura Luhur Uluwatu termasuk dalam kelompok Sad Kahyangan Jagat, yaitu enam pura utama yang menjadi penyangga spiritual Pulau Bali. Pura-pura ini dipercaya berfungsi menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia.

Pura ini juga dikaitkan dengan konsep Nawa Sanga, yakni sistem sembilan penjuru mata angin dalam kepercayaan Hindu Bali. Dalam konsep ini, Pura Luhur Uluwatu berada di arah barat daya dan berfungsi sebagai pelindung pulau dari pengaruh negatif.

Makna spiritual tersebut menjadikan pura ini bukan hanya penting secara lokal, tetapi juga dalam skala kosmologi Bali secara keseluruhan.

Baca juga: Mengenal Bhuta Kala: Makhluk Gaib yang Dijadikan Patung Saat Ogoh-ogohJelang Nyepi

Sebagai pura luhur, fungsi utama Pura Luhur Uluwatu adalah sebagai tempat pemujaan kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Rudra, yaitu aspek Tuhan yang berperan dalam menjaga keseimbangan dan kekuatan alam semesta.

Pura ini juga menjadi tempat bagi umat Hindu untuk memohon perlindungan dan keselamatan, terutama dari gangguan yang bersifat negatif atau tidak kasat mata.

Selain itu, keberadaan pura ini juga memiliki fungsi simbolis sebagai penjaga wilayah Bali bagian selatan. Letaknya yang berada di tepi laut dianggap strategis secara spiritual untuk menjaga keseimbangan antara daratan dan lautan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pura Luhur Uluwatu: Sejarah, Makna, dan Fakta Menarik di Balik Pura Ikonik Bali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!