BALI - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan mengadakan kegiatan Pasar Tani yang berlangsung di halaman Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Bangli, Rabu (13/5). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan pasokan sekaligus harga pangan di tengah masyarakat.
Pasar Tani tersebut mendapat sambutan antusias dari warga karena menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga di pasar umum. Selain bahan pangan segar, masyarakat juga dapat menemukan beragam produk olahan khas lokal yang diproduksi langsung oleh petani maupun kelompok usaha masyarakat di Bangli.
Baca juga: Lebaran Depok 2026 Angkat Tradisi Pasar Pengabisan, Ajak Generasi Muda Nostalgia
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempersingkat jalur distribusi pangan yang selama ini dinilai cukup panjang. Menurutnya, rantai distribusi yang terlalu banyak melibatkan perantara sering menyebabkan harga bahan pangan di tingkat konsumen menjadi lebih mahal.
Melalui Pasar Tani, pemerintah mempertemukan produsen secara langsung dengan pembeli sehingga harga produk bisa lebih terjangkau. Cara ini juga dinilai efektif dalam membantu petani serta pelaku usaha pangan lokal memperoleh pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung pada banyak pihak.
Berbagai komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, telur, hingga aneka bahan pangan segar lainnya. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat membeli produk olahan khas Bali seperti urutan atau sosis tradisional Bali dan kerupuk babi yang cukup diminati masyarakat.
Baca juga: Pergoki Motornya Mau Dicuri di Pasar Minggu, PPSU Malah Diserang Pelaku
Selain produk pangan segar dan olahan daging, Pasar Tani juga menghadirkan hasil olahan pangan lokal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan pemerintah daerah. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha kecil masyarakat sekaligus memperkuat potensi pangan lokal Bangli.
I Wayan Sarma menegaskan bahwa Pasar Tani bukan sekadar agenda tahunan untuk meramaikan perayaan HUT Bangli. Program ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan serta mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.
Baca juga: Berangkat Saat Subuh Demi Keluarga, Potret Perjuangan Ibu Pekerja Pasar Ini Tuai Perhatian Warganet
Dengan adanya kegiatan seperti ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat, sementara para produsen lokal semakin terbantu dalam memasarkan hasil produksinya secara langsung kepada konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bangli