Selasa, 21 APRIL 2026 • 14:30 WIB

Ubud Berbenah, Kabel Semrawut Ditata Bawah Tanah demi Estetika dan Keselamatan

Author

Sinergi Pemkab Gianyar dengan APJATEL Lakukan Groundbreaking Penataan Kabel Utilitas di Ubud. (adm gianyar)

BALI - Pemerintah Kabupaten Gianyar mulai melakukan langkah konkret dalam menata wajah kawasan wisata Ubud dengan menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek penataan kabel utilitas melalui sistem penanaman bawah tanah (underground) yang berlangsung di wilayah Kelurahan Ubud, Senin (20/4).

Program ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya antara Sekretaris Daerah Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, bersama pihak APJATEL. Penataan kabel utilitas ini sekaligus menjadi realisasi gagasan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, yang mendorong terciptanya lingkungan kota yang lebih tertata, aman, dan memiliki nilai estetika tinggi, khususnya di kawasan pariwisata unggulan.

Baca juga: Shell Merugi Hingga Rp 1 M Buntut Pencurian Kabel Grounding di 46 SPBU

Selama ini, keberadaan kabel udara yang menjuntai dinilai mengganggu keindahan visual kawasan Ubud. Melalui proyek ini, kabel-kabel tersebut akan dipindahkan ke bawah tanah sehingga tampilan kota menjadi lebih rapi. Selain memperindah lingkungan, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat serta memperkuat citra Ubud sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Ketua APJATEL Bali, Dodi Simanjutak, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan merapikan jaringan fiber optik yang selama ini terlihat semrawut. Selain itu, jumlah tiang utilitas di sepanjang jalan juga akan dikurangi dan ditata lebih efisien, dengan konsep satu tiang di setiap titik tertentu.

Menariknya, pelaksanaan program ini sepenuhnya dibiayai oleh masing-masing penyedia layanan telekomunikasi tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Pada tahap awal, proyek ini difokuskan sebagai percontohan di tiga ruas jalan di Kecamatan Ubud, yakni Jalan Suweta, Jalan Sri Wedari, dan Jalan Tirta Tawar.

Baca juga: Inovatif, IJN Jadi yang Pertama di Asia Tenggara Gunakan Pacu Jantung Tanpa Kabel

Lebih dari sekadar penataan visual, relokasi kabel ini juga memberikan manfaat bagi aktivitas sosial dan budaya masyarakat. Keberadaan kabel udara selama ini kerap menghambat kegiatan adat seperti upacara ngaben, pemasangan penjor, hingga pawai ogoh-ogoh. Dengan dipindahkannya jaringan ke bawah tanah, aktivitas tersebut diharapkan dapat berjalan lebih lancar.

Dari sisi teknis, APJATEL memastikan bahwa proses pemindahan jaringan tidak akan mengganggu layanan telekomunikasi. Hal ini karena proyek telah melalui tahapan perencanaan yang matang, termasuk survei lapangan dan validasi data bersama para provider. Bahkan, sistem jaringan bawah tanah dinilai lebih andal karena mengurangi risiko gangguan akibat faktor eksternal seperti pohon tumbang atau kendaraan besar.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk memaklumi potensi gangguan sementara selama proses pengerjaan berlangsung, terutama terkait lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.

Lurah Ubud, I Made Gian Nanda Suwitra, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai penataan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi menekan risiko kecelakaan serta biaya perawatan infrastruktur di masa mendatang.

Baca juga: Viral Wanita Alami Culture Shock saat Pertama Kali ke Nepal: Kabel Semrawut di Mana-mana

Dengan dimulainya proyek ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap Ubud dapat menjadi contoh kawasan dengan infrastruktur modern yang tertata rapi, aman, dan tetap selaras dengan nilai-nilai lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gianyarkab.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU