Kolaborasi Pemkab dan ISP, Kabel Kusut di Singaraja Mulai Ditertibkan (adm buleleng)
BALI - Wajah Kota Singaraja pelan-pelan mulai dibenahi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi bergerak merapikan kabel fiber optik yang selama ini terlihat semrawut dan bergelantungan di sepanjang Jalan Pramuka. Penataan ini bukan sekadar urusan estetika, tapi juga soal keselamatan dan ketertiban tata kota yang selama ini dikeluhkan warga.
Langkah perdana dimulai pada Rabu (11/2) di ruas Jalan Pramuka, Singaraja. Jalur ini dipilih sebagai proyek percontohan alias uji coba teknis sebelum program serupa diterapkan di titik-titik lain. Pemkab Buleleng menggandeng puluhan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Bali.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanti) Buleleng, Made Suharta, menjelaskan bahwa proses ini sudah dirancang sejak awal Januari. Saat itu, pihaknya mengumpulkan sekitar 20 ISP bersama APJATEL untuk duduk bersama menyusun langkah teknis. Fokus awalnya adalah pendataan jaringan di lapangan. Jadi, setiap kabel dan tiang harus jelas dulu siapa pemiliknya sebelum ditata ulang.
Baca juga: Kabel Internet Ilegal Semrawut di Tebo, Warga Khawatir Bahaya Mengintai
Menurut Suharta, kolaborasi dengan APJATEL penting agar prosesnya tidak asal-asalan. Penataan harus mengikuti standar teknis jaringan telekomunikasi dan tetap menjamin keamanan. Apalagi, banyak laporan masyarakat yang mengeluhkan kabel kusut dan tiang miring yang dinilai membahayakan pengguna jalan serta mengganggu pemandangan kota.
“Intinya kita ingin lebih tertib dan aman. Tapi layanan internet ke pelanggan tetap harus jalan,” kurang lebih begitu pesan yang ingin ditegaskan.
Penataan dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan setiap pekan. Ruas dengan bentang pendek diprioritaskan lebih dulu agar pola pengerjaan bisa dievaluasi. Kalau uji coba di Jalan Pramuka dinilai efektif, program ini akan diperluas ke jalan-jalan utama di kawasan perkotaan hingga menjangkau kecamatan lain di Buleleng.
Suharta juga memastikan tidak ada pemutusan layanan selama proses perapian berlangsung. Kabel tidak dipotong atau dicabut sembarangan. Justru masing-masing ISP turun langsung untuk menangani jaringan miliknya sendiri. Cara ini dinilai paling aman agar koneksi pelanggan tetap stabil tanpa gangguan berarti.
Dari sisi teknis, Perwakilan APJATEL Bali Utara, Indra Harta, memaparkan bahwa pengerjaan di Jalan Pramuka mencakup jalur dari simpang lampu merah Ponogoro hingga sekitar kawasan Polres Buleleng. Kabel-kabel milik berbagai provider diikat menjadi satu jalur menggunakan sling khusus agar lebih rapi dan tidak saling tumpang tindih.
Yang juga penting, kabel jaringan internet tidak dicampur dengan kabel listrik milik PLN. Pemisahan ini dilakukan demi menghindari risiko teknis maupun potensi bahaya di kemudian hari. Dengan sistem pengikatan yang lebih terstruktur, tampilan kabel di atas jalan diharapkan tidak lagi terlihat seperti “sarang benang kusut”.
Baca juga: LIRA Kota Malang Dorong Aksi Nyata Penataan Kabel Semrawut di Ruang Publik
Langkah ini jadi sinyal bahwa penataan infrastruktur digital kini mulai diperhatikan lebih serius. Di era serba online, internet memang kebutuhan utama. Tapi tata kelola jaringannya juga harus tetap aman, rapi, dan enak dipandang. Kalau program ini konsisten dijalankan, bukan cuma koneksi yang ngebut, tapi wajah kota juga ikut naik level.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng