Selasa, 26 MEI 2026 • 15:30 WIB

Dari Hotel PI Bedugul hingga Taman Festival, Ini Deretan Gedung Terbengkalai di Bali

Author

Taman Festival Bali - Taman Festival, Bali: The Ghost Town Of An Abandoned Theme Park (finnsbeachclub.com)

BALI - Bali tidak hanya terkenal karena pantai dan tempat wisatanya yang ramai. Di beberapa sudut pulau ini, ada bangunan-bangunan terbengkalai yang justru menarik perhatian wisatawan, fotografer, hingga pencinta urban exploration atau urbex. Tempat-tempat ini sering dikunjungi karena memiliki suasana unik, tampilan estetik, dan cerita sejarah yang menarik di balik bangunan kosong tersebut.

Gedung-gedung mangkrak di Bali kini bukan sekadar bangunan kosong. Sebagian berubah menjadi spot fotografi estetik, lokasi konten horor, tempat riset sejarah arsitektur, hingga bahan perbincangan investor properti karena nilai lahannya yang fantastis. Meski terlihat menarik dan misterius, lokasi seperti ini tetap menyimpan banyak risiko keselamatan yang tidak boleh disepelekan.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Berada di Atas Gedung Tinggi Menurut Primbon Jawa

Fenomena wisata urbex sendiri semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak wisatawan domestik maupun asing tertarik menjelajahi bangunan kosong karena menawarkan nuansa “lost place” yang unik dan berbeda dari wisata mainstream Bali. Berikut deretan tempat-tempat terbengkalai yang sering di datangi pengunjung:

1. Hotel PI Bedugul

Hotel ini merupakan gedung terbengkalai paling terkenal di Bali. Lokasinya berada di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Bangunan ini dulunya dirancang menjadi hotel mewah di kawasan pegunungan Bedugul. Namun proyeknya berhenti sebelum hotel benar-benar dibuka untuk umum. Sampai sekarang penyebab pastinya masih sering diperdebatkan. Ada yang bilang karena masalah bisnis, ada juga yang mengaitkannya dengan cerita mistis.

Saat ini kondisi hotel dipenuhi lumut, tanaman liar, dan kabut khas Bedugul. Suasananya terlihat menyeramkan tetapi juga menarik untuk fotografi. Banyak wisatawan menjulukinya sebagai “Ghost Palace” karena bentuk bangunannya mirip istana kosong.

Baca juga: Semesta Ini Nyaris Kosong, Ilusi ‘Kepadatan’ yang Bikin Kita Gagal Paham

2. Taman Festival Bali

Taman Festival Bali berada di kawasan Padang Galak, Denpasar Timur. Dulu tempat ini merupakan taman hiburan besar yang cukup terkenal pada akhir tahun 1990-an. Di dalamnya pernah ada wahana permainan, pertunjukan laser, bioskop, dan area hiburan keluarga. Namun proyek ini akhirnya berhenti dan bangunannya dibiarkan kosong selama bertahun-tahun.

Sekarang tempat ini berubah menjadi lokasi favorit anak muda dan fotografer karena tampilannya unik. Dinding penuh grafiti, bangunan tua, dan tanaman liar membuat suasananya terlihat seperti kota mati. Banyak juga pembuat konten horor datang ke sini karena tempatnya dianggap cukup angker.

3. Bali Cliff Resort

Bali Cliff Resort berada di kawasan Serangan, dekat Uluwatu, Kabupaten Badung. Hotel ini dulu cukup terkenal karena punya pemandangan langsung ke Samudra Hindia. Lokasinya berada di atas tebing sehingga sunrise dan sunset terlihat sangat indah dari area hotel.

Namun hotel ini akhirnya berhenti beroperasi dan sebagian bangunannya terbengkalai cukup lama. Sekarang kondisinya terlihat rusak dan tidak terawat. Walaupun begitu, banyak orang masih penasaran dengan tempat ini karena pemandangannya tetap menarik.

4. Bangunan Resort Mangkrak di Pecatu dan Bali Selatan

Kawasan Bali Selatan seperti Pecatu dan Uluwatu juga memiliki beberapa bangunan resort dan vila yang sempat terbengkalai. Sebagian proyek berhenti karena masalah investasi dan perubahan kondisi pariwisata.

Baca juga: Kota-Kota Terbengkalai Berhantu di Asia: Antara Mistis, Sejarah, dan Kesan Creepy yang Bikin Merinding

Lokasinya tersebar di sekitar kawasan Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Beberapa bangunan berada dekat area tebing dan pantai sehingga sering dijadikan latar foto karena memiliki pemandangan laut yang indah.

Bangunan kosong di daerah ini biasanya menarik perhatian fotografer dan pencinta eksplorasi karena memberikan kesan mewah namun sunyi. Namun sebagian besar lokasi merupakan area privat sehingga pengunjung tidak boleh masuk sembarangan. Selain risiko bangunan rusak, beberapa lokasi juga masih dijaga oleh petugas keamanan.

5. Hotel dan Vila Kosong di Kuta dan Seminyak

Di kawasan wisata seperti Kuta dan Seminyak, ada pula beberapa hotel dan vila yang sempat kosong cukup lama setelah pandemi COVID-19. Sebagian bangunan terlihat tidak terurus dan mulai rusak karena lama ditinggalkan. Lokasinya tersebar di kawasan Kuta, Legian, hingga Seminyak, Kabupaten Badung, Bali.

Meski tidak semuanya benar-benar terbengkalai permanen, beberapa bangunan kosong ini menarik perhatian karena menghadirkan suasana berbeda di tengah kawasan wisata yang biasanya ramai. Banyak mahasiswa arsitektur dan peneliti perkotaan tertarik melihat bagaimana perubahan ekonomi pariwisata memengaruhi kondisi bangunan di Bali.

Baca juga: Penampakan Hotel Terbengkalai Milik Tommy Soeharto yang Disebut 'Istana Hantu' di Bali

Fenomena urban exploration semakin populer karena banyak orang ingin melihat sisi lain sebuah kota. Bangunan terbengkalai dianggap memiliki nilai visual dan sejarah yang menarik.

Di Bali, kombinasi bangunan tua dengan tanaman tropis membuat suasana tempat-tempat ini terlihat estetik dan unik. Tidak sedikit wisatawan luar negeri datang khusus untuk mengunjungi lokasi seperti Taman Festival dan Hotel PI Bedugul.

Namun masyarakat tetap diingatkan agar tidak merusak bangunan, mencoret dinding, atau mengambil barang dari lokasi tersebut.

Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Meski terlihat menarik untuk foto atau konten media sosial, gedung terbengkalai tetap memiliki risiko besar. Atap bangunan bisa runtuh, lantai bisa rapuh, dan beberapa area sangat gelap serta licin. Karena itu, pengunjung sebaiknya:

  • tidak datang sendirian,
  • menggunakan alas kaki yang aman,
  • membawa senter,
  • dan menghormati aturan pemilik lokasi.

Urban exploration seharusnya menjadi kegiatan edukatif dan kreatif, bukan merusak bangunan atau mencari sensasi berlebihan.

Baca juga: Kisah Mistis dari Negeri Panzer: Cerita Bangunan Tua Bekas Rumah Sakit Anak yang Mencekam

Gedung terbengkalai di Bali sebenarnya menyimpan banyak cerita mengenai sejarah pembangunan, ekonomi pariwisata, hingga perubahan sosial masyarakat.

Jika dilakukan secara bijak dan aman, urban exploration dapat menjadi wisata alternatif yang edukatif sekaligus artistik. Namun di balik keindahan visual dan aura misterinya, pengunjung tetap harus mengutamakan keselamatan, menghormati aturan hukum, dan menjaga etika selama menjelajahi lokasi-lokasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU