11 Minuman Khas Bali yang Lezat dan Berkhasiat, Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Pulau Dewata
BALI - Pulau Bali bukan hanya terkenal lewat panorama pantai, budaya adat, dan sajian kulinernya yang kaya rempah. Di balik pesona itu, Bali juga menyimpan ragam minuman tradisional yang memiliki cita rasa unik sekaligus nilai budaya yang kuat. Sebagian minuman diwariskan turun-temurun sebagai jamu kesehatan, sebagian lagi menjadi teman santai masyarakat lokal saat berkumpul bersama keluarga maupun tamu.
Menariknya, setiap minuman khas Bali memiliki karakter rasa yang berbeda. Ada yang menyegarkan dengan sensasi asam dan manis alami, ada pula yang hangat berempah dan cocok dinikmati saat udara dingin pegunungan. Tak sedikit pula minuman tradisional Bali yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan karena dibuat dari bahan alami seperti daun-daunan, rempah, hingga hasil fermentasi tradisional.
Baca juga: Menilik Deretan Pabrik Makanan & Minuman Legendaris di Jambi, Mana Favoritmu?
1. Loloh Cemcem
Minuman ini dibuat dari daun cemcem atau kedondong hutan yang ditumbuk halus lalu dicampur dengan berbagai bahan seperti asam jawa, gula aren, cabai, garam, dan kadang ditambah kelapa muda. Hasil akhirnya menghasilkan rasa “nano-nano” yang memadukan asam, asin, manis, pedas, hingga sedikit pahit dalam satu tegukan.
Meski tampilannya hijau pekat seperti jus daun, minuman ini justru terasa menyegarkan, terutama ketika disajikan dingin di siang hari. Aroma daunnya cukup kuat, tetapi sensasi segarnya membuat banyak wisatawan ketagihan.
Masyarakat Bali percaya loloh cemcem memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu meredakan panas dalam, melancarkan pencernaan, hingga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Minuman ini juga kerap dianggap sebagai penambah stamina alami.
Baca juga: Mengenal Saffron, Rempah Mahal yang Kerap Digunakan untuk Kecantikan, Kesehatan, dan Kuliner
Wisatawan bisa menemukan loloh cemcem di kawasan Desa Penglipuran atau pasar tradisional Bali. Banyak warung lokal masih mempertahankan resep tradisional turun-temurun sehingga rasa autentiknya tetap terjaga.
2. Es Daluman
Daluman sebenarnya mirip cincau hijau, tetapi penyajiannya khas Bali karena dipadukan dengan santan segar dan gula merah cair.
Tekstur daluman sangat lembut dan kenyal. Saat berpadu dengan santan dingin dan siraman gula aren, rasanya menjadi manis legit sekaligus menyegarkan tenggorokan. Minuman ini biasanya diberi es batu melimpah sehingga cocok diminum setelah berjalan-jalan di kawasan wisata.
Selain rasanya yang nikmat, daluman juga dipercaya membantu menurunkan panas tubuh dan memperlancar pencernaan. Kandungan serat dari daun cincau membuat minuman ini sering dijadikan alternatif minuman sehat oleh masyarakat lokal.
Beberapa warung tradisional di daerah Denpasar hingga Gianyar masih menjual es daluman dengan resep asli tanpa bahan pengawet. Salah satu tempat yang cukup terkenal adalah warung-warung tradisional dekat pasar rakyat yang biasanya mulai buka sejak pagi hari.
3. Kopi Kintamani
Bali juga memiliki kopi khas yang namanya sudah dikenal hingga mancanegara, yakni kopi Kintamani. Kopi ini berasal dari dataran tinggi Kintamani yang memiliki udara sejuk dan tanah vulkanik subur.
Baca juga: Plastik vs Kaca: Mana Wadah Makanan yang Lebih Aman dan Awet? Ini Penjelasan Menurut Para Ahli
Berbeda dari kopi robusta yang cenderung pahit pekat, kopi Kintamani memiliki karakter rasa lebih ringan dengan sentuhan asam segar menyerupai jeruk atau citrus. Aroma buahnya cukup dominan sehingga terasa unik di lidah pecinta kopi.
Karakter tersebut muncul karena petani kopi di Kintamani menerapkan sistem tanam tradisional dengan menanam jeruk dan kopi dalam satu kawasan. Teknik ini membuat aroma kopi menjadi lebih kompleks dan khas.
Kopi Kintamani biasanya diseduh secara tradisional tanpa mesin espresso. Bubuk kopi langsung dicampur air panas dalam gelas sehingga menghasilkan sensasi kopi pekat khas warung Bali.
Selain nikmat, kopi ini juga kaya antioksidan dan dipercaya membantu meningkatkan fokus serta menjaga stamina tubuh. Banyak wisatawan sengaja datang ke kawasan Kintamani untuk menikmati secangkir kopi hangat sambil melihat panorama Gunung Batur.
Beberapa kedai kopi lokal di Kintamani bahkan menyediakan pengalaman tur kebun kopi sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pengolahan biji kopi Bali dari awal hingga siap diminum.
Baca juga: Ngopi Sudah Jadi Culture Gen Z, Es Kopi Susu Honey Kini Jadi Minuman Sehat Favorit
4. Brem Bali
Brem Bali merupakan minuman tradisional hasil fermentasi beras ketan yang sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Bali. Minuman ini memiliki rasa manis dengan sedikit sensasi asam dan aroma fermentasi yang khas.
Dalam tradisi Bali, brem sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan. Namun kini, brem juga menjadi salah satu minuman khas yang banyak dicari wisatawan.
Teksturnya cair dengan warna yang cenderung bening kekuningan. Kadar alkoholnya relatif ringan dibanding arak Bali sehingga rasanya lebih lembut di lidah. Saat diminum dingin, brem memberikan sensasi segar dengan sentuhan rasa tape yang halus.
Brem dipercaya membantu menghangatkan tubuh dan melancarkan peredaran darah bila dikonsumsi secukupnya. Di beberapa daerah Bali, minuman ini juga dianggap sebagai simbol kebersamaan saat acara keluarga atau adat berlangsung.
Wisatawan bisa menemukan brem di toko oleh-oleh tradisional maupun sentra produksi minuman khas Bali di wilayah Karangasem dan Gianyar.
5. Arak Bali
Arak Bali menjadi salah satu minuman tradisional paling terkenal dari Pulau Dewata. Minuman ini dibuat melalui proses fermentasi dan penyulingan dari nira kelapa, lontar, atau beras.
Cita rasanya kuat dan hangat di tenggorokan, mirip minuman spirit tradisional. Karena karakter rasanya yang khas, arak Bali kini mulai dikembangkan menjadi bahan dasar cocktail modern di berbagai bar dan restoran Bali.
Baca juga: Kuliner Ayam Makin Lekat dengan Gaya Hidup Modern, Praktis dan Mudah Dinikmati
Meski identik dengan minuman tradisional masyarakat lokal, arak Bali kini mulai mendapat perhatian lebih luas. Bahkan beberapa produk arak lokal mulai dipasarkan secara legal dan dipromosikan sebagai identitas budaya Bali.
Namun wisatawan tetap disarankan memilih arak dari produsen resmi demi keamanan konsumsi. Sebab, arak tradisional rumahan yang tidak melalui pengawasan standar dapat berisiko bagi kesehatan. Beberapa daerah seperti Singaraja dikenal memiliki sentra produksi arak tradisional yang cukup terkenal sejak lama.
6. Es Kuwut
Selain es daluman, Bali juga memiliki minuman pelepas dahaga yang sangat populer di kawasan wisata pantai, yakni es kuwut. Minuman ini dikenal karena perpaduan rasa manis, asam, dan segar yang langsung terasa sejak tegukan pertama.
Es kuwut umumnya dibuat dari campuran melon serut, kelapa muda, biji selasih, air jeruk nipis, dan sirup manis yang kemudian disajikan bersama es batu melimpah. Sebagian penjual juga menambahkan mentimun serut untuk memperkuat sensasi dingin dan segarnya.
Baca juga: 6 Es Legend Asli Indonesia, Yuk Nostalgia Jajanan Jaman Dulu!
Cita rasa es kuwut sangat ringan dan cocok diminum saat cuaca panas Bali sedang menyengat. Aroma jeruk nipis yang tajam berpadu dengan manisnya melon membuat minuman ini terasa sangat menyegarkan.
Tak hanya enak, es kuwut juga dipercaya membantu menghidrasi tubuh lebih cepat karena kandungan air kelapa dan buah segarnya. Minuman ini banyak dijual di warung makan Bali hingga restoran modern di kawasan Kuta, Seminyak, dan Jimbaran.
7. Es Tambring
Es tambring merupakan salah satu minuman tradisional Bali yang cukup legendaris, terutama di daerah Buleleng dan Denpasar. Nama “tambring” berasal dari kata “asam” dan “kelapa” yang menjadi bahan utama minuman ini.
Sekilas tampilannya mirip es kelapa biasa, tetapi rasanya jauh lebih kompleks. Air kelapa muda dipadukan dengan perasan asam jawa, gula merah cair, dan kadang ditambah sedikit jeruk nipis. Hasilnya adalah rasa manis-asam yang sangat segar dengan sentuhan khas rempah alami.
Minuman ini sering dianggap sebagai penawar dahaga alami karena memberikan efek menyegarkan tubuh setelah beraktivitas di bawah matahari. Kandungan elektrolit dari kelapa muda juga dipercaya membantu mengembalikan cairan tubuh.
Es tambring biasanya mudah ditemukan di pasar tradisional Bali atau warung makan khas Bali yang masih mempertahankan resep lama turun-temurun.
8. Es Bir
Baca juga: Tak Hanya Menyegarkan, Es Krim Bikin Suasana Buka Puasa Bareng Jadi Lebih Seru
Nama “es bir” sering membuat wisatawan penasaran karena dikira minuman beralkohol. Padahal, es bir Bali merupakan minuman tradisional non-alkohol yang dibuat dari campuran rempah-rempah.
Bahan dasarnya terdiri dari jahe, serai, kayu manis, gula aren, dan air kelapa yang kemudian dicampur hingga menghasilkan busa alami menyerupai bir. Dari tampilannya memang sekilas mirip minuman soda atau bir ringan.
Rasanya hangat berempah dengan sedikit sensasi pedas dari jahe, tetapi tetap menyegarkan ketika disajikan dingin. Minuman ini cukup populer sebagai jamu tradisional karena dipercaya membantu menghangatkan tubuh, meredakan masuk angin, dan menjaga daya tahan tubuh. Es bir banyak ditemukan di festival kuliner Bali maupun warung minuman tradisional di kawasan Gianyar dan Denpasar.
9. Ancruk
Baca juga: Perbedaan Cappuccino dan Latte, Jangan Sampai Salah Pesan Kopi Lagi!
Ancruk termasuk minuman tradisional Bali yang mulai jarang ditemukan, tetapi masih memiliki penggemar setia terutama di daerah pedesaan Bali Utara.
Minuman ini dibuat dari campuran rempah seperti jahe, kunyit, kencur, lada, dan gula merah. Semua bahan direbus hingga menghasilkan aroma harum yang kuat dan warna cokelat keemasan.
Rasa ancruk dominan hangat dan sedikit pedas, mirip wedang tradisional Jawa tetapi dengan karakter rempah Bali yang lebih tajam. Biasanya minuman ini disajikan hangat pada malam hari atau saat cuaca dingin.
Baca juga: Survival Mode On! Intip Paket Makanan Tempur Prajurit Saat Operasi Hutan
Masyarakat Bali sejak dulu percaya ancruk mampu membantu menjaga stamina tubuh, mengurangi pegal-pegal, serta menghangatkan badan setelah bekerja di ladang atau kebun.
Kini beberapa warung tradisional dan pasar rakyat di Bali Utara masih mempertahankan minuman ini sebagai bagian dari warisan kuliner lokal.
10. Es Weneng
Es weneng merupakan minuman herbal khas Bali yang dikenal karena sensasi segarnya sekaligus khasiat kesehatannya. Minuman ini biasanya dibuat dari campuran daun herbal, gula aren, air, dan tambahan rempah tertentu.
Rasanya cenderung manis ringan dengan aroma herbal yang lembut. Saat disajikan dingin, es weneng terasa sangat menyegarkan dan cocok dinikmati siang hari.
Sebagian masyarakat Bali percaya es weneng dapat membantu menjaga kebugaran tubuh serta melancarkan pencernaan. Karena dibuat dari bahan alami, minuman ini juga cukup diminati wisatawan yang mencari alternatif minuman sehat tradisional. Es weneng biasanya dijual di pasar tradisional atau acara adat tertentu di Bali.
Baca juga: Satukan Budaya, Kuliner dan Sejarah, The New York Times Sebut Yogyakarta sebagai Pusat Alam Semesta
11. Tuak Manis
Tuak manis menjadi salah satu minuman tradisional Bali yang sudah dikenal sejak lama. Minuman ini berasal dari nira pohon kelapa atau lontar yang disadap langsung lalu dikonsumsi dalam kondisi segar sebelum mengalami fermentasi penuh.
Berbeda dari tuak fermentasi yang memiliki kandungan alkohol lebih tinggi, tuak manis memiliki rasa ringan, segar, dan sedikit legit alami. Aromanya khas nira segar dengan tekstur cair menyerupai air kelapa.
Minuman ini cukup populer di kawasan pedesaan Bali dan sering dikonsumsi masyarakat lokal saat sore hari. Selain menyegarkan, tuak manis juga dipercaya membantu memulihkan tenaga setelah bekerja.
Baca juga: Mitos Unik di Balik Dawet Jabung Minuman Tradisional Khas Ponorogo
Beberapa daerah di Karangasem dan Buleleng masih mempertahankan tradisi menyadap nira lontar untuk dijadikan tuak manis. Wisatawan biasanya dapat menemukan minuman ini di warung tradisional atau sentra penghasil lontar lokal.
Minuman khas Bali tidak hanya sekadar penyegar tenggorokan, tetapi juga merupakan cerminan kekayaan budaya dan sejarah panjang pulau Dewata ini. Setiap sajian memiliki cerita sendiri, bahan dasar alami yang penuh makna, serta manfaat kesehatan yang tak kalah penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber Berita