BALI - Pulau Bali selama ini identik dengan pantai indah, budaya yang kuat, serta destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik citra “Pulau Dewata” yang memikat wisatawan, Bali juga menyimpan sisi lain yang tak kalah menarik yakni kisah mistis, urban legend, hingga tempat-tempat yang dikenal angker oleh masyarakat setempat.
Bagi sebagian orang, tempat seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Fenomena yang dikenal sebagai “dark tourism” atau wisata horor membuat banyak pencinta misteri tertarik mengunjungi lokasi-lokasi yang memiliki sejarah kelam atau cerita supranatural. Di Bali sendiri, terdapat beberapa tempat yang kerap disebut sebagai destinasi uji nyali.
Berikut sejumlah lokasi wisata horor di Bali yang populer di kalangan pemburu misteri, lengkap dengan cerita urban legend, sejarah singkat, serta panduan bagi pengunjung yang ingin datang:
Baca juga: Jejak Kelam di Bawah Bandara: Menguak Sisi Wisata Horor Bunker Jepang Sultan Thaha di Jambi
1. Taman Festival Bali, Sanur – Kota Mati di Pinggir Pantai
Salah satu lokasi paling terkenal dalam daftar tempat angker di Bali adalah Taman Festival Bali yang terletak di kawasan Padang Galak, Sanur, Denpasar.
Taman hiburan ini awalnya dibangun pada akhir 1990-an sebagai proyek taman rekreasi besar yang dilengkapi teater, wahana permainan, hingga fasilitas hiburan keluarga. Namun proyek tersebut berhenti beroperasi hanya beberapa tahun setelah dibuka akibat masalah finansial dan pengelolaan.
Kini, bangunan yang dulunya ramai pengunjung berubah menjadi kawasan terbengkalai yang dipenuhi tanaman liar, tembok retak, serta bangunan yang mulai runtuh. Suasana sunyi dengan struktur bangunan tua membuat tempat ini sering disebut sebagai “kota mati” di Bali.
Cerita mistis pun berkembang di kalangan warga sekitar. Beberapa orang mengaku mendengar suara aneh di malam hari, melihat bayangan bergerak di antara bangunan kosong, hingga merasakan perubahan suhu mendadak saat memasuki area tertentu.
Selain itu, terdapat pula legenda tentang hewan buas yang dulu ditinggalkan di area taman saat tempat tersebut ditutup secara mendadak. Kisah ini semakin memperkuat aura misterius yang menyelimuti lokasi tersebut.
- Lokasi: Jalan Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar
- Jam kunjungan: Tidak resmi dibuka sebagai objek wisata, namun sering didatangi fotografer dan urban explorer pada siang hari
Baca juga: Tarif Semalam Cukup 200 Ribuan, Ini Cerita Lengkap Hotel Niagara Malang yang Disebut Angker
Pantangan dari warga setempat:
- Jangan datang sendirian
- Hindari menjelajah malam hari
- Perhatikan bangunan rapuh yang berpotensi runtuh
2. Ghost Palace Hotel Bedugul – Hotel Megah yang Tak Pernah Dibuka
Di kawasan pegunungan Bedugul berdiri sebuah bangunan besar yang sering dijuluki Ghost Palace Hotel atau Hotel P.I. Bedugul. Bangunan megah ini sebenarnya dirancang sebagai hotel mewah dengan pemandangan danau dan pegunungan.
Namun proyek tersebut tiba-tiba berhenti sebelum sempat beroperasi. Sejak akhir 1990-an, bangunan itu dibiarkan terbengkalai hingga kini.
Koridor kosong, ruang ballroom luas tanpa furnitur, serta kabut tebal yang sering menyelimuti kawasan Bedugul membuat tempat ini terasa semakin menyeramkan. Tak heran jika banyak cerita mistis berkembang di kalangan masyarakat.
Beberapa pengunjung mengaku merasakan suasana berat saat berada di dalam bangunan. Ada pula yang mengklaim mendengar langkah kaki di lantai atas meski tidak ada siapa pun di sana.
Baca juga: 5 Mitos Horor Tentang Blood Moon yang Harus Dipatahkan
Meski begitu, sebagian orang percaya bahwa aura misterius tersebut lebih dipengaruhi kondisi bangunan yang sepi dan lama terbengkalai.
- Lokasi: Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali
- Jam kunjungan: Biasanya siang hingga sore hari
Pantangan:
- Tidak merusak bangunan
- Tidak mengambil benda apa pun dari lokasi
- Menghormati kepercayaan masyarakat sekitar
3. Desa Trunyan – Tradisi Pemakaman yang Unik dan Mistis
Berbeda dengan dua tempat sebelumnya yang berupa bangunan terbengkalai, Desa Trunyan dikenal karena tradisi pemakaman yang unik sekaligus membuat merinding bagi sebagian orang.
Desa yang berada di tepi Danau Batur ini memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dari kebanyakan masyarakat Bali. Di sini, jenazah tidak dikubur atau dikremasi, melainkan diletakkan di bawah pohon besar bernama Taru Menyan.
Anehnya, meskipun terdapat banyak jenazah, area tersebut tidak mengeluarkan bau menyengat. Warga setempat percaya bahwa aroma dari pohon Taru Menyan mampu menetralisir bau tersebut.
Baca juga: Irung Petruk, Tanjakan Viral Boyolali yang Mirip Tikungan Angker di Sumbar!
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, pemandangan tengkorak manusia yang tersusun di sekitar area pemakaman sering kali memberikan sensasi horor yang kuat.
- Lokasi: Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
- Cara menuju lokasi: Menyeberang menggunakan perahu dari Danau Batur
Pantangan:
- Tidak boleh berkata kasar
- Tidak mengambil foto sembarangan
- Wajib menghormati adat setempat
4. Gua Lawah – Legenda Raja Ular di Dalam Gua
Destinasi berikutnya adalah Gua Lawah, sebuah pura sekaligus gua alami yang terkenal dengan ribuan kelelawar yang menghuni bagian dalamnya.
Selain menjadi tempat ibadah penting di Bali, gua ini juga memiliki cerita mistis yang cukup terkenal. Konon, di dalam gua terdapat seekor ular raksasa yang dipercaya sebagai penjaga spiritual kawasan tersebut.
Beberapa cerita rakyat bahkan menyebut bahwa gua ini terhubung dengan Gunung Agung melalui jalur bawah tanah yang panjang.
Meski kisah tersebut belum pernah terbukti secara ilmiah, aura mistis di sekitar gua tetap terasa kuat terutama ketika ribuan kelelawar beterbangan saat senja.
- Lokasi: Kabupaten Klungkung
- Jam kunjungan: 08.00 – 18.00 WITA
Pantangan:
- Menggunakan pakaian sopan
- Tidak mengganggu kelelawar
- Mengikuti aturan pura
5. Air Terjun Tegenungan – Keindahan Alam dengan Cerita Gaib
Air Terjun Tegenungan di Kabupaten Gianyar dikenal sebagai salah satu objek wisata alam populer di Bali. Namun di balik keindahannya, tempat ini juga menyimpan cerita misteri yang sering dibicarakan masyarakat.
Baca juga: DMS Spesial Kebumen: Episode Spesial Pertama Gary Iskak sebagai Mawar ke-7 Diary Misteri Sara
Beberapa pengunjung mengaku pernah melihat penampakan sosok berpakaian putih di sekitar air terjun pada malam hari. Ada pula cerita mengenai sosok “pedanda gaib” yang dipercaya menjaga kawasan tersebut.
Walau belum pernah terbukti secara nyata, kisah-kisah tersebut membuat suasana air terjun terasa berbeda ketika malam tiba.
- Lokasi: Kabupaten Gianyar
- Jam kunjungan: 06.30 – 18.30 WITA
Pantangan:
- Tidak berkata kasar
- Tidak mandi saat cuaca ekstrem
- Tetap menghormati tempat yang dianggap sakral
Tips Aman Mengunjungi Wisata Horor di Bali
Bagi wisatawan yang tertarik menjelajahi destinasi misterius, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap aman dan menghormati budaya lokal.
- Datang di waktu yang tepat
Sebaiknya berkunjung pada siang atau sore hari untuk menghindari risiko keselamatan. - Hormati adat dan kepercayaan masyarakat
Bali memiliki budaya spiritual yang kuat, sehingga penting untuk menjaga sikap selama berada di lokasi. - Tidak merusak atau mengambil benda apa pun
Banyak tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. - Gunakan pemandu lokal
Selain lebih aman, wisatawan juga bisa mendapatkan cerita sejarah yang lebih akurat.
Fenomena wisata horor memang semakin populer di berbagai daerah, termasuk di Bali. Namun masyarakat setempat mengingatkan bahwa tempat-tempat tersebut tidak hanya sekadar lokasi uji nyali.
Sebagian besar tempat yang dianggap angker sebenarnya memiliki nilai sejarah, tradisi, atau spiritual yang penting bagi masyarakat lokal. Karena itu, wisatawan diharapkan tetap menjaga sikap dan menghormati kearifan lokal ketika berkunjung.
Bagi pencinta misteri, menjelajahi sisi lain Bali ini bisa menjadi pengalaman yang berbeda. Bukan sekadar mencari sensasi menegangkan, tetapi juga memahami cerita, sejarah, dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat Pulau Dewata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber