Selasa, 12 MEI 2026 • 18:50 WIB

Meriah di Pelabuhan Tua, Festival Kecamatan Buleleng 2026 Tampilkan Seni dan UMKM Lokal

Author

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” (adm buleleng)

BALI - Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival perdana yang mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Festival tersebut hadir sebagai ruang perayaan budaya sekaligus upaya menggerakkan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan seni, hiburan, sosial, hingga pameran produk unggulan daerah. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memadati area festival sejak sore hari.

Baca juga: Festival Pecinta Hewan Hadir di ICE BSD, Bawa Konsep Kota Imajinatif yang Seru

Beragam agenda digelar selama tiga hari pelaksanaan. Mulai dari lomba fashion show pasangan PKK desa dan kelurahan, lomba karaoke antar desa se-Kecamatan Buleleng, hingga pertunjukan seni tradisional khas Buleleng yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Tidak hanya hiburan, panitia juga menghadirkan kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, layanan pap smear, fun run, dan senam zumba yang melibatkan masyarakat umum.

Selain itu, puluhan pelaku UMKM turut ambil bagian dengan membuka stan pameran yang menampilkan aneka kuliner tradisional, produk kerajinan, hingga kain tenun endek khas Bali Utara. Kehadiran para pelaku usaha lokal ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Dalam sambutannya, Bupati I Nyoman Sutjidra memberikan apresiasi kepada Camat Buleleng bersama seluruh panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berakar pada budaya dan nilai-nilai lokal.

Baca juga: Dussehra: Festival Api dengan Cerita Epic, Tradisi Unik, dan Fakta Menariknya

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Buleleng tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian seni, tradisi, dan budaya yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

“Festival ini menjadi bukti bahwa pembangunan bisa dimulai dari desa dan masyarakat. Semangat kebersamaan serta keharmonisan harus terus dijaga untuk mendukung kemajuan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, menjelaskan bahwa tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” mengandung pesan tentang pentingnya pemahaman budaya dan nilai spiritual sebagai fondasi menuju kemajuan masyarakat.

Menurutnya, melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin memperkenalkan potensi budaya, seni, dan produk lokal kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Baca juga: Kopi Indonesia Tampil di Amsterdam Coffee Festival 2026

Festival Kecamatan Buleleng diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat persatuan masyarakat, tetapi juga mendorong perkembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM lokal di Kabupaten Buleleng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU