BALI - Gelaran Masikian Festival 3 Tahun 2026 resmi ditutup dengan meriah setelah rangkaian kegiatan berlangsung sukses. Penutupan festival yang menjadi ajang kreativitas pemuda (yowana) se-Kabupaten Jembrana ini digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Sabtu (14/3), ditandai dengan pengumuman para pemenang dari berbagai kategori lomba.
Festival tahunan ini telah lama menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas di bidang seni dan budaya. Gagasan awal kegiatan ini berasal dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sejak tahun 2011. Kini, melalui kolaborasi dengan Pasikian Yowana Jembrana, festival tersebut terus berkembang dan mampu menjadi wadah apresiasi bagi karya-karya anak muda, khususnya dalam pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan rasa bangga atas konsistensi penyelenggaraan festival yang dinilai semakin berkualitas dari tahun ke tahun. Ia menyoroti peningkatan kualitas karya peserta, terutama dalam lomba ogoh-ogoh yang dinilai memiliki komposisi, anatomi, hingga nilai filosofi yang semakin matang. Bahkan, unsur pertunjukan seperti fragmen tari juga dinilai semakin memukau.
Menurutnya, semangat dan partisipasi aktif generasi muda menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Ia meyakini bahwa selama anak muda tetap memiliki rasa cinta terhadap warisan leluhur, seni dan tradisi Bali akan tetap lestari di masa depan.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pasikian Yowana Jembrana, I Putu Feri Priyandana. Ia menilai sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah telah memberikan dampak positif, yang tercermin dari meningkatnya jumlah peserta di berbagai kategori lomba.
Tahun ini, terjadi lonjakan partisipasi yang cukup signifikan. Lomba ogoh-ogoh mini diikuti 27 peserta, meningkat dari sebelumnya 20 peserta. Sementara lomba sketsa naik menjadi 23 peserta dari sebelumnya 18, dan lomba tapel juga mengalami peningkatan dari 8 menjadi 10 peserta. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para kreator muda di Jembrana.
Baca juga: Modinity Raya Festival 2026: Belanja 72 Jam Nonstop di ICE BSD, Mulai Hanya Rp40 Ribuan
Setelah melalui proses penilaian ketat terhadap 15 ogoh-ogoh terbaik yang tampil dalam parade, dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang. Juara pertama lomba ogoh-ogoh diraih oleh STT Guna Widya dari Lingkungan Pancardawa, disusul STT Suta Dharma Kerti dari Desa Banyubiru sebagai juara kedua, serta STT Yowana Duta dari Desa Batuagung di posisi ketiga.
Untuk kategori lainnya, lomba sketsa dimenangkan oleh I Kadek Saputra, lomba tapel oleh Eri Arjaya, dan lomba ogoh-ogoh mini diraih oleh Pungky Mahendra.
Melalui penyelenggaraan festival ini, diharapkan Masikian Festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya serta daya tarik pariwisata daerah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat solidaritas antarpemuda di Jembrana melalui semangat berkarya dan melestarikan tradisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana