Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 MARET 2026 • 12:15 WIB

Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan Hadirkan 10 Karya Terbaik Sekaa Teruna

Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan Hadirkan 10 Karya Terbaik Sekaa TerunaFestival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan, 10 Karya Terbaik Lolos ke Tingkat Kabupaten (tmc/piskp)

BALI - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, semangat berkarya generasi muda di Kabupaten Tabanan kembali terlihat melalui ajang Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026. Festival budaya tahunan ini akan mencapai puncaknya pada 15 Maret 2026 dengan menghadirkan parade 10 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna dari seluruh kecamatan di Tabanan.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di kawasan Taman Bung Karno Tabanan, tepatnya di area panggung Garuda Wisnu Singasana. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi ruang ekspresi bagi para pemuda desa untuk menampilkan kreativitas seni ogoh-ogoh yang merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat Bali menjelang malam pengerupukan.

Kepastian tampilnya 10 ogoh-ogoh terbaik ini disampaikan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan setelah proses seleksi dan penilaian di tingkat kecamatan selesai dilaksanakan. Setiap kecamatan mengirimkan satu ogoh-ogoh terbaik yang akan kembali dinilai di tingkat kabupaten sekaligus mengikuti parade budaya pada puncak festival.

Baca juga: Mendagri Apresiasi Kemeriahan dan Toleransi di Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh 2026 Singkawang

Sepuluh Sekaa Teruna yang berhasil mewakili kecamatannya antara lain ST Darma Bhakti dari Banjar Tampak Karang, Desa Apuan (Kecamatan Baturiti); ST Pratisena Ardhani Nararya dari Banjar Padangan Kaja, Desa Padangan (Pupuan); ST Yowana Bhakti Kecana dari Banjar Bajera Kaja, Desa Bajera (Selemadeg); serta ST Santhi Dharma Yowana dari Banjar Tengah, Desa Antosari (Selemadeg Barat).

Selain itu terdapat ST Widya Santhi dari Banjar Dinas Kemetug, Desa Gunung Salak (Selemadeg Timur); ST Tri Tunggal Jaya dari Banjar Dinas Riang Delod Sema, Desa Riang Gede (Penebel); ST Tri Puspajati dari Banjar Lebah, Desa Tista (Kerambitan); ST Bhina Satrya dari Banjar Dinas Munggal, Desa Kukuh (Marga); ST Permata dari Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar (Kediri); serta ST Wikrama dari Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken (Tabanan).

Bupati I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi atas partisipasi generasi muda dalam melestarikan tradisi ogoh-ogoh melalui festival ini. Ia menilai karya-karya yang dihasilkan para Sekaa Teruna tidak hanya menunjukkan kreativitas tinggi, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan dalam menjaga warisan budaya Bali.

Menurut Sanjaya, festival ini menjadi wadah penting bagi para pemuda untuk menyalurkan ide dan kreativitas dalam bentuk seni budaya yang sarat makna. Ia juga menyatakan akan hadir secara langsung pada puncak kegiatan untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh tersebut.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah, setiap peserta yang berhasil lolos ke tingkat kabupaten akan menerima dana kepesertaan sebesar Rp35 juta. Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para pemenang yang berhasil meraih juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.

Baca juga: Wamenekraf Sebut Imlek Festival Jadi Simbol Keberagaman Indonesia yang Hidup Rukun dan Saling Menghargai

Festival ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang dikenal sebagai Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Dalam konsep tersebut, budaya dan kreativitas generasi muda dipandang sebagai salah satu kekuatan utama dalam membangun karakter masyarakat yang berdaya saing sekaligus tetap berakar pada tradisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Made Subagia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan festival akan berlangsung selama beberapa hari sebelum puncak acara.

Ia memaparkan bahwa pada 11 hingga 12 Maret 2026 para peserta akan mulai mengirimkan ogoh-ogoh menuju kawasan Taman Bung Karno untuk ditempatkan di area depan panggung Garuda Wisnu Singasana. Selanjutnya, pada 13 hingga 15 Maret ogoh-ogoh akan dipajang dalam bentuk display agar dapat dinikmati masyarakat secara langsung.

Proses penilaian oleh dewan juri dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2026. Sementara pada hari puncak festival, 15 Maret 2026, kegiatan akan diawali dengan pawai ogoh-ogoh mini yang melibatkan anak-anak taman kanak-kanak pada pukul 09.00 WITA.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tmc.tabanankab

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan Hadirkan 10 Karya Terbaik Sekaa Teruna

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!