Sidak Pasar Jelang Hari Raya, Harga dan Stok Bahan Pokok di Tabanan Terkendali (tmc/piskp)
BALI - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan melakukan inspeksi mendadak untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Senin (10/3).
Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan sekaligus menjelang dua hari besar keagamaan yang biasanya diikuti dengan peningkatan aktivitas belanja masyarakat. Selain memantau harga, tim juga mengecek langsung kondisi stok bahan pangan yang beredar di pasaran.
Baca juga: Cek Harga dan Stok di Pasar Jakbar, Satgas Saber Tegur Pedagang Jual Bapokting di Atas Acuan
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas tercatat mengalami perubahan harga. Beberapa bahan pangan menunjukkan tren penurunan, sementara sebagian lainnya masih bertahan di harga relatif tinggi. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai rawit merah. Di tingkat pedagang pasar, harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp85.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp110.000 per kilogram.
Penurunan harga cabai ini dinilai sebagai sinyal positif setelah sebelumnya komoditas tersebut sempat mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Fluktuasi harga cabai umumnya dipengaruhi oleh faktor pasokan dari daerah penghasil serta kondisi cuaca yang memengaruhi produktivitas petani.
Sementara itu, harga daging ayam broiler masih terpantau relatif stabil meskipun berada pada kisaran yang cukup tinggi. Di Pasar Kediri, harga ayam broiler berkisar antara Rp44.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Baca juga: Jelang Lebaran, Pemdes Ponggok Salurkan Rp300 Juta untuk THR Sembako Warga dan Bansos Beasiswa
Selain ayam, beberapa komoditas hasil pertanian lainnya juga menunjukkan kenaikan harga. Kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor cuaca yang berdampak pada hasil panen, sehingga mempengaruhi jumlah pasokan yang masuk ke pasar.
Meski terjadi dinamika harga pada beberapa komoditas, pemerintah daerah memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan utama tetap mencukupi. Berdasarkan pemantauan di pasar, pasokan beras, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga daging ayam masih tersedia dalam jumlah yang memadai.
Pemerintah Kabupaten Tabanan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kepanikan di pasar yang berpotensi memicu lonjakan harga secara tidak wajar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, menjelaskan bahwa permintaan terhadap daging ayam memang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Selain dipicu oleh momentum Ramadan, kenaikan permintaan juga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan bahan pangan bergizi, termasuk daging ayam.
Baca juga: Diduga Bukan Cuma Beras Oplosan, Kompolnas: Bisa Jadi Kebutuhan Pokok Lain
Menurutnya, program tersebut secara tidak langsung meningkatkan kebutuhan bahan pangan di pasaran. Namun demikian, kondisi harga masih tergolong stabil dan pasokan tetap tersedia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab