Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 15:55 WIB

Relokasi PKL Jembrana: Kota Lebih Rapi, Ekonomi Tetap Jalan

Author

Jembrana makin tertata, pemkab sukses relokasi PKL, kini Tempati Kawasan "Beten Ancak" (Humas Jembrana)

BALI - Upaya penataan ruang publik kembali terlihat di kawasan sekitar Lapangan Dauh Waru. Area trotoar yang sebelumnya dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima kini tampak lebih rapi, bersih, dan mudah diakses masyarakat. Pemerintah daerah mengambil langkah relokasi para pedagang sebagai bagian dari strategi menjaga keteraturan sekaligus meningkatkan estetika kawasan kota.

Langkah tersebut digagas oleh Kabupaten Jembrana melalui program penataan kawasan publik yang tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga mempertimbangkan kelangsungan ekonomi warga. Pedagang yang sebelumnya membuka lapak di sisi trotoar dan bahu jalan sekitar lapangan diarahkan untuk menempati lokasi baru yang berada tepat di seberang jalan.

Area baru tersebut diberi nama Kawasan Kaki Lima Beten Ancak. Lahan yang digunakan merupakan hasil kerja sama pemanfaatan aset milik negara melalui skema pinjam pakai, melibatkan Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Bali. Dengan kolaborasi ini, pemerintah daerah memiliki ruang untuk menyediakan tempat usaha yang lebih terorganisir tanpa harus menyingkirkan para pelaku usaha kecil.

Baca juga: Demi Kenyamanan Siswa, Petugas Gabungan Tertibkan Terpal Pedagang yang "Nyelonong" ke SDN 03 Jelambar

Secara teknis, kawasan relokasi dirancang untuk menampung hingga 56 pedagang. Hingga saat ini, sebanyak 46 pelaku usaha telah mulai beroperasi di lokasi baru tersebut. Pemerintah memastikan bahwa tempat ini tidak sekadar menjadi ruang pengganti, tetapi tetap strategis dari sisi akses dan potensi pelanggan. Kedekatannya dengan lapangan membuat aliran pengunjung tetap terjaga, sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menegaskan bahwa kebijakan relokasi bukanlah bentuk pembatasan ruang usaha. Ia menyebut penataan ini justru dimaksudkan agar pedagang memiliki lingkungan berdagang yang lebih tertib dan nyaman, sementara fasilitas umum tetap dapat dinikmati masyarakat luas.

Menurutnya, keseimbangan antara kepentingan estetika kota dan kebutuhan ekonomi warga menjadi fokus utama kebijakan tersebut. Relokasi dirancang agar kedua kepentingan berjalan seiring,trotoar kembali berfungsi sebagaimana mestinya, sementara roda usaha kecil tetap berputar.

Dari sisi masyarakat, perubahan ini membawa dampak langsung yang terasa. Pengunjung lapangan kini dapat berjalan kaki dengan leluasa tanpa harus berdesakan melewati lapak di jalur pedestrian. Area yang lebih terbuka menciptakan suasana santai bagi keluarga, pelajar, maupun warga yang memanfaatkan ruang publik untuk olahraga atau sekadar bersosialisasi.

Menariknya, aktivitas kuliner tidak hilang dari kawasan ini. Pengunjung tetap bisa menemukan aneka jajanan di area relokasi yang hanya berjarak seberang jalan. Dengan penataan yang lebih terstruktur, pengalaman berbelanja bahkan dinilai lebih nyaman karena lapak tersusun rapi dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pejalan kaki.

Baca juga: Kondisi Terbaru Distrik Blok M Usai Viral Ditinggal Pedagang

Penataan ini mencerminkan pendekatan pembangunan kota yang menempatkan ruang publik sebagai milik bersama. Pemerintah tidak hanya fokus pada keindahan visual, tetapi juga mempertahankan fungsi sosial dan ekonomi kawasan. Relokasi PKL menjadi contoh bagaimana kebijakan tata kota dapat dijalankan tanpa mengorbankan mata pencaharian masyarakat kecil.

Ke depan, harapannya kawasan lapangan dapat berkembang sebagai ruang interaksi yang semakin inklusif tempat warga beraktivitas, bersantai, sekaligus bertransaksi dalam suasana tertib dan nyaman. Penataan yang konsisten diyakini mampu menjaga wajah kota tetap menarik sekaligus mendukung kehidupan ekonomi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU