Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 10:30 WIB

Musda IX MUI Jembrana Resmi Dibuka, Wabup Tekankan Peran Ulama Jaga Harmoni

Musda IX MUI Jembrana Resmi Dibuka, Wabup Tekankan Peran Ulama Jaga HarmoniBuka Musda IX MUI, Wabup Jembrana Ajak Ulama Perkuat Toleransi dan Pembangunan Daerah (Humas Jembrana)

BALI - Musyawarah daerah bukan sekadar agenda rutin organisasi tapi di dalamnya ada ruang bertukar gagasan, menyusun arah gerak, sekaligus membaca ulang peran di tengah masyarakat yang terus berubah. Suasana itulah yang terasa saat Wakil Bupati IGN Patriana Krisna menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jembrana masa khidmat 2025–2030, Sabtu (14/2).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna MAN 1 Jembrana itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pengurus dan anggota MUI setempat. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepengurusan berikutnya dalam merespons dinamika sosial yang kian kompleks.

Baca juga: Dikawal Doa Ulama, Mardiono Dapat Dukungan Spiritual dari Ribuan Jamaah Az-Zawiyah

Dalam sambutannya, wakil bupati yang akrab disapa Ipat menyoroti perubahan masyarakat yang semakin beragam dan dinamis. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut organisasi kemasyarakatan agar terus memperkuat peran dan tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi konstitusional. Ia menilai keberadaan organisasi seperti MUI bukan hanya wadah aspirasi, tetapi juga bagian dari partisipasi publik untuk menjaga nilai kebangsaan, termasuk memelihara keutuhan Indonesia sebagai negara kesatuan.

Ia menegaskan, kontribusi organisasi masyarakat menjadi penting dalam mengembangkan demokrasi yang berpijak pada ideologi negara serta konstitusi. Karena itu, roda organisasi diharapkan berjalan sesuai aturan dasar internal sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dengan begitu, organisasi dapat bersinergi bersama para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Lebih jauh, Ipat mengungkapkan keyakinannya bahwa perjalanan organisasi MUI di wilayah Kabupaten Jembrana selama ini telah berjalan dengan landasan yang kuat. Ia melihat adanya kemampuan pengurus untuk membaca situasi sosial serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal tersebut dinilai penting guna menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi nyata, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun kemasyarakatan.

Apresiasi juga diberikan kepada para peserta musyawarah yang dianggap sebagai individu pilihan dengan cara pandang luas serta orientasi kepentingan bersama. Ia menilai peran ulama tidak hanya sebatas pada pembinaan umat, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial seperti keamanan dan ketertiban yang selama ini relatif kondusif di daerah tersebut. Kehadiran tokoh agama, kata dia, memiliki posisi strategis dalam merawat harmoni sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Atas kontribusi yang telah terjalin selama ini, pemerintah daerah menyampaikan penghargaan kepada jajaran pengurus MUI setempat. Sinergi antara ulama dan pemerintah dinilai telah membantu memperkuat fondasi sosial masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan agar cita-cita membangun daerah yang maju, harmonis, dan bermartabat dapat terwujud secara konsisten.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda IX, Agus Setiawan, menilai forum musyawarah ini sebagai kesempatan strategis untuk memperkokoh peran ulama di tengah masyarakat. Ia menyebut Musda bukan hanya ajang pergantian kepengurusan, melainkan juga ruang refleksi guna memperkuat soliditas organisasi. Dari pertemuan ini diharapkan lahir kepemimpinan baru yang adaptif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dengan pemerintah serta elemen masyarakat lain.

Agus menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan organisasi keagamaan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga Musda dapat terlaksana dengan baik. Tema yang diangkat pun menegaskan komitmen untuk memperkuat peran ulama dalam menjaga persatuan umat serta membangun kemitraan dengan pemerintah demi menciptakan suasana daerah yang aman, damai, dan harmonis.

Baca juga: MUI Kabupaten Probolinggo Siapkan Program 2026, Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro

Dengan berakhirnya rangkaian pembukaan tersebut, Musda IX diharapkan menjadi titik awal penguatan peran ulama dalam kehidupan sosial masyarakat. Bukan sekadar forum formal, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi, menjaga harmoni, dan memastikan kontribusi keagamaan tetap relevan dalam mendukung pembangunan daerah di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Musda IX MUI Jembrana Resmi Dibuka, Wabup Tekankan Peran Ulama Jaga Harmoni

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!