Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 10:05 WIB

Sinergi Daerah–Pusat: Hibah Aset Sekolah Percepat Pembangunan Widyalaya di Jembrana

Sinergi Daerah–Pusat: Hibah Aset Sekolah Percepat Pembangunan Widyalaya di JembranaPerkuat pendidikan keagamaan , Pemkab Jembrana Hibahkan Lahan Sekolah ke Kemenag untuk Sekolah Widyalaya (Humas Jembrana)

BALI - Pemerintah daerah terus mencari cara memperluas akses pendidikan berbasis keagamaan bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret terlihat dari kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana yang resmi menyerahkan hibah berupa lahan dan bangunan sekolah dasar kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. Aset tersebut berasal dari SDN 3 Penyaringan dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah Hindu atau widyalaya di wilayah setempat.

Kebijakan ini dinilai bukan sekadar administrasi pengalihan aset, melainkan strategi jangka panjang dalam memperkuat layanan pendidikan keagamaan. Pemerintah daerah melihat kebutuhan akan sarana pendidikan Hindu yang layak dan representatif semakin mendesak, terutama untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap akademik, tetapi juga memiliki fondasi nilai budaya dan spiritual yang kuat.

Baca juga: Pemprov Jambi Usulkan Pembangunan Tiga Sekolah Rakyat Baru, Empat Kabupaten Siap Menyusul

Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Denpasar pada Jumat (13/2). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menyampaikan bahwa dukungan aset daerah untuk pendidikan keagamaan merupakan bentuk investasi masa depan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan identitas budaya yang tertanam sejak dini.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan anak-anak Hindu di daerah memiliki kesempatan memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan tersedianya sarana yang representatif, diharapkan mereka dapat tumbuh sebagai generasi yang kuat dalam nilai budaya, berakar pada tradisi, sekaligus siap bersaing dalam dunia yang semakin dinamis. Baginya, kebijakan hibah ini menjadi langkah nyata untuk menjembatani kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis keagamaan yang inklusif.

Lebih jauh, Patriana Krisna juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan. Ia menilai sinergi lintas lembaga akan mempercepat pemerataan akses, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh fasilitas pendidikan keagamaan. Hibah lahan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk pembangunan widyalaya yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Jembrana.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyambut baik langkah kolaboratif tersebut. Ia menilai dukungan pemerintah daerah mencerminkan keberpihakan terhadap penguatan pendidikan berbasis agama sebagai bagian dari pembangunan manusia secara utuh. Dengan adanya lahan yang telah disiapkan, proses perencanaan dan pembangunan satuan pendidikan Hindu diyakini bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Menurutnya, kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai akan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga nilai spiritual dan etika kehidupan. Ia menambahkan, kerja sama semacam ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain dalam mengembangkan pendidikan keagamaan.

Penyerahan hibah tersebut turut disaksikan sejumlah pejabat terkait, termasuk perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dari Direktorat Jenderal Bimas Hindu serta Kepala Kantor Wilayah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Kehadiran mereka menandakan komitmen bersama untuk memastikan pemanfaatan aset berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Pemprov Riau Bangun Sekolah Rakyat ke-4 di Kuansing, Target Rampung 2026

Langkah hibah ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi bisa melalui kebijakan strategis yang tepat sasaran. Dengan memanfaatkan aset yang ada untuk kebutuhan pendidikan keagamaan, pemerintah daerah berharap dapat memperluas kesempatan belajar sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda Hindu di Jembrana. Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lembaga pendidikan baru, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintah Kabupaten Jembrana

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sinergi Daerah–Pusat: Hibah Aset Sekolah Percepat Pembangunan Widyalaya di Jembrana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!