Penataan Kawasan Strategis, Pemkab Tabanan Bangun Patung Catur Muka yang Baru (tmc/piskp)
BALI - Pemerintah Kabupaten Tabanan berencana menghadirkan wajah baru bagi salah satu ikon kota melalui pembangunan Patung Catur Muka yang akan dimulai pada Tahun Anggaran 2026. Monumen yang berada di kawasan strategis Jalan Gajah Mada tersebut akan dibangun kembali dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan patung sebelumnya.
Pembangunan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari program penataan kawasan pusat kota. Lokasi pembangunan tetap berada di titik yang sama, yakni kawasan titik nol Kota Tabanan yang selama ini menjadi salah satu penanda utama wajah daerah tersebut.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, menyampaikan bahwa rencana pembangunan Patung Catur Muka baru merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat adat setempat yang menginginkan adanya pembaruan terhadap ikon kota. Berdasarkan kajian teknis, patung baru nantinya dirancang memiliki tinggi sekitar 9 meter dengan lebar bagian dasar mencapai 6,2 meter.
Baca juga: Seni Bernapas di Tengah Alam: Dua Patung Baru Teguh Ostenrik Hiasi Savyavasa
Ukuran tersebut jauh lebih besar dibandingkan patung lama yang memiliki tinggi sekitar 5,2 meter. Dengan desain yang lebih proporsional dan monumental, keberadaan patung baru diharapkan mampu memperkuat karakter kawasan Jalan Gajah Mada sebagai pusat aktivitas Kota Tabanan.
“Pembangunan ini tidak hanya berkaitan dengan memperindah kawasan, tetapi juga menghadirkan simbol kota yang memiliki kekuatan struktur, nilai estetika, serta filosofi budaya yang tetap terjaga,” ujar Partana.
Ia menjelaskan, kondisi Patung Catur Muka lama saat ini mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia dan paparan cuaca. Beberapa bagian patung ditemukan mengalami pelapukan, retakan, hingga ornamen yang mulai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi nilai estetika sekaligus membahayakan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Baca juga: Pramono Bilang Dana Rp100 Miliar Tak Cuma Bongkar Tiang Monorel, Tapi Juga Penataan Jalan
Karena itu, pemerintah memilih membangun patung baru dibandingkan hanya melakukan perbaikan sebagian. Selain alasan keamanan, pembangunan ulang ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan monumen yang lebih kokoh, tahan terhadap kondisi lingkungan, serta tetap mempertahankan nilai budaya yang melekat pada simbol tersebut.
Sebelum proses pembongkaran patung lama dilakukan, Desa Adat Kota Tabanan telah melaksanakan prosesi ritual Meprelina pada Rabu (8/7) sebagai bagian dari rangkaian adat. Pemerintah daerah juga menggelar sosialisasi bersama masyarakat adat dan para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada terkait rencana penataan kawasan.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan. Menurutnya, pembangunan kembali Patung Catur Muka bukan hanya sekadar mengganti sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi upaya menjaga identitas, sejarah, dan nilai budaya Kota Tabanan.
Baca juga: Pemprov DKI Siapkan Strategi Atasi Parkir Liar di Kawasan Senopati
Sementara itu, Bendesa Adat Kota Tabanan I Made Suwardika berharap patung baru tersebut dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat sekaligus menghadirkan ruang kota yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi generasi mendatang. Pembangunan ini diharapkan menjadi bukti bahwa modernisasi kawasan dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tmc.tabanankab