Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 JULI 2026 • 16:40 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Buleleng Perkuat Perlindungan Anak Lewat Edukasi dan Layanan Digital

Hari Anak Nasional 2026, Buleleng Perkuat Perlindungan Anak Lewat Edukasi dan Layanan DigitalHari Anak Nasional, Buleleng Perkuat Perlindungan Anak Lewat Tim BESTIE dan Edukasi di Sekolah (adm buleleng)

BALI - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk kembali menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak dan melindungi anak dari berbagai bentuk ancaman, mulai dari kekerasan, perundungan, hingga persoalan sosial yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, perayaan HAN tahun ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak. Perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, serta masyarakat secara bersama-sama.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menyampaikan bahwa pemenuhan hak anak harus menjadi perhatian bersama agar generasi muda dapat tumbuh dengan baik dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih cerah.

Baca juga: PBB Sebut Setiap Hari Ada 87 Anak yang Tewas Sejak Awal Perang di Timur Tengah

Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak di Buleleng. Langkah tersebut dilakukan agar setiap permasalahan dapat segera mendapatkan pendampingan dan penanganan yang sesuai.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama agar setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujar Kariaman.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemkab Buleleng adalah melalui keberadaan Tim BESTIE Buleleng yang aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar di berbagai sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai bahaya bullying, kekerasan, serta cara melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang merugikan anak.

Pendekatan melalui edukasi teman sebaya dinilai efektif karena anak-anak cenderung lebih terbuka ketika berkomunikasi dengan lingkungan yang memiliki usia dan pengalaman yang hampir sama.

Kariaman mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait kasus perundungan yang kemudian mendapatkan pendampingan. Namun, seluruh proses penanganan tetap dilakukan dengan mengutamakan privasi serta kepentingan terbaik bagi anak.

Baca juga: Hari Anak Nasional Jadi Momen Tepat untuk Mengasah Potensi Anak Lewat Aktivitas Interaktif

Selain menghadirkan Tim BESTIE, Pemkab Buleleng juga mengembangkan aplikasi BESTIE sebagai inovasi layanan perlindungan perempuan dan anak. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus menyampaikan laporan terkait kasus kekerasan atau permasalahan anak secara lebih cepat dan terintegrasi.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat, HAN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak Buleleng untuk belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita tanpa rasa takut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Anak Nasional 2026, Buleleng Perkuat Perlindungan Anak Lewat Edukasi dan Layanan Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!