Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 19 MEI 2026 • 10:40 WIB

Denpasar Jadi Contoh Kerukunan Beragama, Minahasa Tenggara Datang Belajar Sistem Hibah

Denpasar Jadi Contoh Kerukunan Beragama, Minahasa Tenggara Datang Belajar Sistem HibahWakil Wali Kota Denpasar Terima Kunjungan Kerja Wakil Bupati Minahasa Tenggara Bahas Kerukunan Umat Beragama dan Mekanisme Dana Hibah (humasdps)

BALI - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, bersama jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Minahasa Tenggara di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (18/5). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi tiru terkait pengelolaan kerukunan umat beragama hingga tata kelola dana hibah dan bantuan sosial.

Rombongan dari Kabupaten Minahasa Tenggara disambut hangat oleh Pemerintah Kota Denpasar. Dalam pertemuan itu, berbagai hal mengenai strategi menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman turut dibahas secara mendalam.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp776 Juta Lewat Program Rehabilitasi Sosial di Bekasi

Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, mengatakan bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar, selama ini dikenal luas sebagai salah satu daerah yang berhasil menjaga toleransi dan hubungan harmonis antarumat beragama. Oleh sebab itu, pihaknya memilih Denpasar sebagai lokasi pembelajaran untuk diterapkan di daerah asalnya.

Menurut Fredy, keberhasilan menjaga kerukunan di tengah masyarakat multikultural menjadi hal penting yang ingin dipelajari lebih jauh oleh pemerintah daerah maupun FKUB Minahasa Tenggara.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan studi tiru menjadi sarana mempererat hubungan antardaerah sekaligus berbagi pengalaman dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat.

Arya Wibawa menjelaskan bahwa salah satu pondasi kuat keharmonisan masyarakat Bali adalah budaya “Menyama Braya”. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa seluruh manusia adalah saudara tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya.

Baca juga: Fakta Menarik Kapal Induk Hibah Giuseppe Garibaldi: Sejarah hingga Spesifikasinya

Nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan moto Pemerintah Kota Denpasar, yakni Vasudhaiva Kutumbakam yang memiliki makna “kita semua bersaudara”. Prinsip itu diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati.

Selain budaya lokal, keberadaan FKUB Kota Denpasar juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi dan mencegah potensi konflik antarumat beragama. Melalui koordinasi yang aktif, suasana harmonis di Kota Denpasar dapat terus terjaga.

Pada kesempatan itu, Arya Wibawa turut memaparkan sistem digital pengelolaan hibah milik Pemerintah Kota Denpasar bernama E-MONALISA. Sistem tersebut memungkinkan proses pengajuan hibah dilakukan secara daring mulai dari pendaftaran akun, pengunggahan proposal, seleksi administrasi, hingga penyaluran bantuan.

Ia menambahkan, sistem E-MONALISA juga dilengkapi fitur pengawasan otomatis yang dapat memblokir penerima bantuan yang telah beberapa kali memperoleh hibah. Dengan sistem itu, proses penyaluran bantuan menjadi lebih transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.

Baca juga: Mahasiswa Asal Makassar Hilang di Perairan Norwegia, Keluarga Tunggu Bantuan Pemerintah

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam memperkuat toleransi antarumat beragama serta meningkatkan tata kelola bantuan sosial yang lebih modern dan transparan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Denpasar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Denpasar Jadi Contoh Kerukunan Beragama, Minahasa Tenggara Datang Belajar Sistem Hibah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!