BALI - Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat langkah menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut kembali disampaikan saat rapat koordinasi elektrifikasi transportasi bersama pelaku usaha taksi dan koperasi transportasi di Denpasar. Dalam pertemuan itu, Koster menilai sektor transportasi memiliki peran besar dalam menjaga kenyamanan wisatawan serta mengurangi pencemaran udara di Pulau Dewata.
Baca juga: Dukung Kendaraan Listrik dan UMKM, SPLU di Alun-Alun Sampang Resmi Beroperasi
Menurutnya, sistem transportasi di Bali tidak hanya harus tertib dan modern, tetapi juga mampu mendukung pelestarian lingkungan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Koster juga menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Bali yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan kelestarian alam. Ia menyebut penggunaan kendaraan listrik dapat membantu mengurangi emisi karbon, polusi suara, hingga ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Pemprov Bali sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan pendukung, termasuk melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan ramah lingkungan di sejumlah destinasi wisata seperti Kuta, Sanur, Ubud, hingga Nusa Penida.
Baca juga: Undika Surabaya Gelar Pawai Motor Listrik Kampanyekan Urban Farming
Dalam roadmap elektrifikasi transportasi, Bali menargetkan penambahan ribuan armada kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. Program ini juga didukung pembangunan infrastruktur seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) agar masyarakat semakin mudah beralih ke kendaraan berbasis energi bersih.
Tak hanya pemerintah, pelaku usaha transportasi juga mulai menunjukkan dukungan terhadap program tersebut. Sejumlah koperasi taksi di Bali bahkan menyatakan kesiapan melakukan transisi armada secara bertahap menuju kendaraan listrik.
Baca juga: Kreatif! Anak Ini Sulap Drum Kardus Jadi Elektrik dengan Disambungkan ke HP
Koster berharap transformasi transportasi ramah lingkungan dapat memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang serius menjalankan ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan. Ia optimistis langkah tersebut akan memberi dampak positif bagi lingkungan sekaligus masa depan industri pariwisata Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baliprov.go.id