DESA KUTUH RAIH 3 BESAR LOMBA JAGA DESA DARI KEJAKSAAN AGUNG RI KATEGORI TERTIB PENGELOLAAN KEUANGAN (adm badung)
BALI - Desa Kutuh kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa yang berada di kawasan Bali selatan tersebut berhasil masuk tiga besar dalam ajang Lomba Jaga Desa yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada kategori Tertib Pengelolaan Keuangan Desa.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Desa Kutuh dalam menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, tertib administrasi, serta akuntabel. Capaian ini sekaligus menunjukkan komitmen desa dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Baca juga: Mengenal Kampung Ciptagelar di Jawa Barat, Desa Adat yang Tetap Jaga Tradisi Sejak Abad 14
Keberhasilan Desa Kutuh tidak diraih dalam waktu singkat. Pemerintah desa selama ini terus melakukan pembenahan dalam sistem administrasi dan pengawasan penggunaan anggaran desa. Setiap program pembangunan maupun pelayanan masyarakat dirancang dengan memperhatikan prinsip efektivitas, efisiensi, dan tanggung jawab penggunaan dana publik.
Program Jaga Desa sendiri merupakan salah satu inisiatif nasional dari Kejaksaan Agung RI yang bertujuan memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan dana desa di seluruh Indonesia. Melalui program ini, desa-desa mendapat pendampingan agar mampu menerapkan prinsip good governance sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran desa.
Perbekel Desa Kutuh menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan yang diterima merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat desa, lembaga masyarakat, dan warga yang selama ini ikut mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang baik.
Baca juga: Petani Muda Klaten dan Puskestan Gelar Tradisi Wiwitan di Desa Sribit
Menurutnya, prestasi ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga integritas dalam pengelolaan keuangan desa. Pemerintah Desa Kutuh berkomitmen untuk mempertahankan sistem administrasi yang tertib agar pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik lagi. Transparansi dan akuntabilitas akan tetap menjadi prioritas dalam setiap pengelolaan program desa,” ujarnya.
Masuknya Desa Kutuh dalam jajaran tiga besar nasional juga memperkuat citra desa tersebut sebagai salah satu desa berprestasi di Bali. Selama ini Desa Kutuh dikenal tidak hanya berkembang di sektor pariwisata, tetapi juga aktif melakukan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.
Baca juga: Panduan Transparansi: Memahami Makna Akuntabilitas Sebagai Jaminan Kepercayaan Rakyat
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang terbuka, profesional, dan bertanggung jawab. Dengan tata kelola yang baik, pembangunan desa diyakini dapat berjalan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Badung