Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 13:45 WIB

Antisipasi Wabah Baru, Dinkes Buleleng Matangkan Pemetaan Risiko Kesehatan

Antisipasi Wabah Baru, Dinkes Buleleng Matangkan Pemetaan Risiko KesehatanBuleleng Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Wabah, Empat Penyakit Prioritas Jadi Fokus Pemetaan Risiko (adm buleleng)

BALI - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah penyakit terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE) yang digelar Dinas Kesehatan setempat di ruang rapat dinas, Senin (4/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi membangun sistem kesehatan yang lebih sigap, berbasis data, serta didukung perencanaan yang matang.

Baca juga: Wabah Flu Burung di Belanda Ganggu Pasokan Telur, Harga Meroket

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Nyoman Suardani. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan agenda kedua sepanjang tahun 2026 yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Fokus pembahasan diarahkan pada empat penyakit prioritas, yakni COVID-19, flu burung (avian influenza), Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), serta meningitis meningokokus.

Menurut Suardani, pemetaan risiko menjadi langkah penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular. Evaluasi rutin setiap tahun dinilai krusial agar pemerintah daerah tidak kembali mengalami keterlambatan respons seperti pada awal pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam memperkuat sistem kesehatan, mulai dari kesiapan vaksinasi hingga penanganan kasus di lapangan.

Dalam pemaparan sementara, terungkap bahwa penyusunan rencana kontingensi kesehatan masih perlu ditingkatkan. Dokumen ini dinilai memiliki peran strategis sebagai panduan operasional saat terjadi kondisi darurat. Tanpa perencanaan yang jelas, respons penanganan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.

Baca juga: Pemeriksaan Bocah Disiksa Ortu di Jaksel Selesai Hasilnya Gizi Buruk Sampai Infeksi Tulang

Pemetaan risiko sendiri disusun berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari seluruh OPD pada pertemuan sebelumnya pada Maret lalu. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yakni tingkat ancaman, kerentanan, serta kapasitas daerah. Dari ketiga komponen tersebut, pemerintah daerah akan lebih memfokuskan intervensi pada aspek kerentanan dan kapasitas yang dinilai masih dapat diperkuat melalui kebijakan dan langkah konkret.

Selain itu, mobilitas masyarakat, khususnya jemaah haji dan umroh, turut menjadi perhatian. Tahun ini, tercatat sebanyak 109 jemaah haji reguler dari Buleleng akan berangkat ke Arab Saudi. Kondisi ini dinilai memiliki potensi risiko terhadap penyebaran penyakit seperti MERS-CoV dan meningitis meningokokus, sehingga diperlukan langkah antisipatif yang lebih serius.

Ke depan, dokumen pemetaan risiko yang telah disusun akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan bersama bagi seluruh OPD. Dokumen ini diperbarui setiap tahun, sementara rencana kontingensi kesehatan berlaku untuk periode tiga tahunan.

Baca juga: Bukan Sekadar Hama, Ini 5 Wabah Belalang Paling Parah Sepanjang Sejarah

Melalui forum ini, seluruh peserta juga diminta memberikan masukan guna menyempurnakan dokumen, baik dari sisi substansi maupun implementasi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun menegaskan komitmennya dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh, terukur, dan responsif terhadap berbagai ancaman penyakit di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buleleng

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Antisipasi Wabah Baru, Dinkes Buleleng Matangkan Pemetaan Risiko Kesehatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!